Angka ini tumbuh 4,36% secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 149,11 TWh.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah dan sinergi lintas lembaga.
Baca Juga: CC PLN 123 Raih 8 Penghargaan Gold Winner di GCCWA 2025 Asia Pasifik
"Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah dan semua pihak yang terus mendukung PLN. Berkat kolaborasi ini, kami berhasil membukukan kinerja yang solid,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan bahwa peningkatan konsumsi listrik mencerminkan keberhasilan Pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian global.
Laba Semester I 2025 Naik Tajam
Seiring meningkatnya penjualan listrik, PLN juga berhasil mencatat laba periode berjalan sebesar Rp6,64 triliun hingga Juni 2025.
Baca Juga: Pulihkan Laut Padang, Pertamina Patra Niaga IT Teluk Kabung Tanam Terumbu Karang di Sungai Pisang
Angka ini naik 32,8% dibandingkan dengan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp5 triliun.
Pertumbuhan laba ini turut didorong oleh peningkatan pendapatan perusahaan. Pendapatan PLN mencapai Rp281,89 triliun per Juni 2025, tumbuh 7,57% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp262,06 triliun.
Sektor Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
Sektor rumah tangga menjadi kontributor terbesar dalam penjualan listrik PLN. Konsumsi listrik di sektor ini mencapai 67,14 TWh sepanjang Semester I 2025, atau meningkat 5,13% YoY.
Baca Juga: Beras Lokal Murah untuk Warga, Pasar Baru bagi Petani
Angka ini naik sebesar 3,27 TWh dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan menyumbang 43,14% dari total penjualan listrik nasional.
Konsumsi listrik di sektor industri juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,66% secara tahunan, dengan volume mencapai 1.165 Gigawatt hour (GWh).
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari pelanggan industri menengah, terutama dari subsektor makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, serta industri karet dan plastik.
Baca Juga: KAI Sumbar Sajikan Pengalaman Budaya, Peserta Rakornas ICCN di Padang Disambut Talempong
Darmawan menjelaskan bahwa transformasi menyeluruh yang dimulai sejak tahun 2020 telah menjadi fondasi penting dalam meningkatkan efisiensi dan ketahanan bisnis PLN.
“Transformasi holistik yang kami jalankan sejak 2020 menjadi fondasi penting dalam menciptakan efisiensi dan ketahanan bisnis. Pendekatan yang lebih business-like ini memungkinkan PLN beradaptasi terhadap dinamika eksternal,” jelasnya.
Transformasi ini juga mengubah pola kerja PLN dari pendekatan birokratis menjadi lebih berorientasi pasar dan pelanggan, serta memastikan pasokan energi yang andal dan kompetitif untuk mendukung keberlanjutan ekonomi nasional.(*)
Editor : Hendra Efison