Investor menantikan sinyal lanjutan terkait kebijakan moneter Amerika Serikat.
Harga emas spot tercatat naik 0,3% menjadi $3.655,81 per ons pada pukul 17.38 WIB, Jumat (19/9/2025). Secara mingguan, harga emas menguat 0,4%. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga naik 0,3% ke posisi $3.688,50.
Pada Kamis (18/9/2025), The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dan membuka peluang pelonggaran lebih lanjut.
Namun, bank sentral AS memperingatkan inflasi masih tinggi, sehingga menimbulkan ketidakpastian terkait laju pemangkasan suku bunga berikutnya.
“Outlook kebijakan The Fed tetap menjadi penggerak utama harga emas, meski logam mulia ini juga mendapat dukungan dari pembelian bank sentral dan permintaan aset safe haven. Penurunan di bawah $3.600 diperkirakan hanya bersifat sementara,” kata Han Tan, Kepala Analis Pasar Nemo.money, dilansir Reuters.
Emas, yang cenderung menguat dalam kondisi suku bunga rendah, sempat mencapai rekor tertinggi $3.707,40 per ons pada Rabu lalu. Sejak awal tahun, harga emas telah naik sekitar 39%.
Data dari CME Group FedWatch Tool menunjukkan pelaku pasar memperkirakan peluang 92% pemangkasan suku bunga 25 basis poin kembali dilakukan The Fed pada pertemuan Oktober mendatang.
“Faktor utama yang mendorong harga emas adalah pelemahan dolar AS. Sepanjang tahun berjalan dolar menunjukkan tren depresiasi, dan kami percaya pola ini akan berlanjut,” ujar Nitesh Shah, Strategis Komoditas di WisdomTree.
Ia menambahkan, harga emas diperkirakan dapat mencapai $4.300 per ons pada tahun depan.(*)
Editor : Heri Sugiarto