Ajang penghargaan bergengsi yang digelar di Hotel Sharila Jakarta, Rabu (2/10/2025), itu menempatkan dua BPRS asal Sumbar pada posisi istimewa: BPRS Jam Gadang sebagai bank beraset di atas Rp100 miliar, dan BPRS Almakmur sebagai satu-satunya penerima Golden Infobank Award.
“Alhamdulillah, menjelang akhir 2025, Sumbar kembali menorehkan prestasi. Ada tujuh BPRS yang meraih Infobank Award tahun ini,” ujar Sumardi, Ketua DPD Perbarindo Sumbar–Bengkulu, kepada Padang Ekspres, Minggu (5/10/2025).
Menurut Sumardi, pencapaian ini menjadi bukti bahwa insan BPR dan BPRS Sumbar memiliki kompetensi tinggi dan mampu bersaing secara nasional. “Skill dan profesionalitas SDM kita sangat kompetitif,” ujarnya.
Capaian Gemilang BPRS Jam Gadang dan Almakmur
Dari tujuh penerima penghargaan, BPRS Jam Gadang mencatat kinerja mengesankan dengan nilai aset menembus Rp100 miliar. Direktur Utama Feri Irawan menyebut capaian itu hasil kerja keras seluruh tim.
“Ini hasil kerja bersama seluruh stakeholder. Kami bersyukur atas apresiasi ini dan berharap tahun depan bisa mempertahankan prestasi,” ujarnya.
Sementara itu, BPRS Almakmur sukses meraih Golden Infobank Award berkat kinerja positif selama lima tahun terakhir.
“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah bukti konsistensi kami menjaga kinerja. Selama lima tahun berturut-turut, aset dan laba kami terus tumbuh,” ungkap Budi Nanda, Direktur Utama BPRS Almakmur.
Deretan BPRS Sumbar Peraih Penghargaan Infobank 2025
- BPRS Jam Gadang (aset Rp100–250 miliar)
- BPRS Haji Miskin (Rp50–100 miliar)
- BPRS Almakmur (Golden Infobank) (Rp50–100 miliar)
- BPRS Guguk Mas Makmur (Rp50–100 miliar)
- BPRS Taeh Baruah (Rp50–100 miliar)
- BPRS Ampek Angkek (Rp50–100 miliar)
- BPRS Gajah Tongga Koto Piliang (Rp25–50 miliar).
Konsistensi dan Ketangguhan di Tengah Tantangan
Bagi Hendri Kamal, Direktur Utama BPRS Haji Miskin, penghargaan ini adalah bukti konsistensi kinerja lembaganya.
“Ini bukan yang pertama. Semoga capaian positif ini bisa terus kami pertahankan,” ujarnya.
Hal serupa diungkapkan Efi Mulya Putra, Direktur Utama BPRS Gajah Tongga Koto Piliang, yang tetap bisa berprestasi meski baru saja mengalami musibah kebakaran.
“Prestasi ini pelipur lara bagi kami. Semoga bisa menjadi penyemangat untuk bangkit,” katanya.
Sementara itu, Yuhelmi Afrizon, Direktur Utama BPRS Guguk Mas Makmur, menyebut penghargaan ini memiliki makna tersendiri.
“Infobank Award ini istimewa karena datang di masa awal kami bertransformasi dari konvensional ke syariah. Keputusan hijrah ini terbukti tepat,” ucapnya.
Penilaian Ketat Berbasis Data
Direktur Eksekutif Infobank Institute, Eko B Supriyanto, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan secara komprehensif.
“Kami menilai dari berbagai indikator seperti pertumbuhan aset, pembiayaan, laba bersih, kualitas pembiayaan, hingga efisiensi biaya dan permodalan,” terangnya.
Hasil penilaian ini menunjukkan bahwa BPRS asal Sumbar tak hanya tangguh di pasar lokal, tetapi juga mampu menunjukkan performa di tingkat nasional.(two)
Editor : Hendra Efison