Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dari Perantau Jadi Pengusaha Bubur Ayam Sukses, Perjalanan Inspiratif Anggi di Kota Padang

Fadli Zikri • Senin, 27 Oktober 2025 | 17:24 WIB

Anggi dan lapak jualan bubur ayamnya di Jalan Adinegoro, Lubuk Buaya. (Foto: Fadli Zikri/Padeks)
Anggi dan lapak jualan bubur ayamnya di Jalan Adinegoro, Lubuk Buaya. (Foto: Fadli Zikri/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM–Di tengah riuh pagi di Jalan Adinegoro, aroma kaldu ayam menyeruak dari sebuah gerobak bubur sederhana. Di balik uap panas yang menari, tampak sosok Anggi, 30 tahun, tersenyum melayani pelanggan.

Tangannya cekatan, menuang bubur, menaburkan suwiran ayam, dan menyiapkan pesanan satu per satu. Ia bukan sekadar penjual — ia adalah perantau yang menulis kisah suksesnya dari nol.

Perjalanan Anggi dimulai lebih dari satu dekade lalu, tepatnya tahun 2013. Saat itu, ia baru saja lulus SMA di Cianjur.

Bukannya melanjutkan kuliah atau mencari kerja di kampung halaman, Anggi memilih merantau ke Padang, mengikuti pamannya yang lebih dulu berdagang bubur ayam.

“Awalnya saya bantu-bantu paman jualan di sekitar Jalan Jati. Dari situ belajar banyak tentang rasa sabar dan cara melayani pembeli,” kenangnya, Senin (27/10/2025).

Selama sembilan tahun, Anggi menimba pengalaman di bawah bimbingan sang paman. Ia ikut membuka cabang, melayani pelanggan setia, hingga memahami seluk-beluk usaha kuliner. Namun, di dalam dirinya tumbuh keinginan untuk mandiri.

“Paman bilang, daripada kerja terus di sini, mending coba buka usaha sendiri. Jadi sejak 2022, saya memberanikan diri buka warung bubur ayam di Jalan Adinegoro,” tuturnya.

Langkah itu bukan tanpa risiko. Modal yang dikumpulkan selama bertahun-tahun ia investasikan sepenuhnya untuk membuka gerobak pertama.

Perlahan, usahanya berkembang. Rasa khas bubur racikan Anggi mulai dikenal. Kini, ia bahkan sudah membuka satu cabang baru di kawasan Pasir Jambak.

Bagi Anggi, kunci keberhasilan bukan sekadar resep, melainkan ketulusan dalam menjaga cita rasa dan pelayanan.

“Ada pelanggan yang jauh-jauh datang ke sini. Katanya, rasanya beda sama yang di tempat paman. Ya, karena beda tangan, beda rasa,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski sudah memiliki dua cabang, Anggi tak berhenti bermimpi. Ia menatap masa depan dengan keyakinan yang sama seperti saat pertama kali merantau.

Baca Juga: Kopi Keliling Jadi Tren Baru UMKM Padang, Raup Penjualan Hingga 200 Cup per Hari

“Kalau ada rezeki, saya pengen buka cabang lagi. Ada juga yang mau kasih modal, tapi saya nggak mau. Lebih enak usaha sendiri,” ucapnya tegas.

Kisah Anggi menjadi potret nyata perjuangan perantau yang tak gentar memulai dari bawah. Dari seorang anak muda yang hanya membantu jualan, kini ia berdiri sebagai pengusaha muda yang menginspirasi — bukti bahwa kerja keras dan tekad tak pernah mengkhianati hasil. (Fadli Zikri/CR6)

Editor : Hendra Efison
#pengusaha muda perantau #bubur ayam Cianjur #Anggi bubur ayam Padang #kisah sukses UMKM