Selama sepuluh tahun terakhir, keduanya konsisten menjalankan bisnis perikanan air tawar yang kini menjadi sumber penghidupan utama keluarga.
Keberhasilan usaha tersebut tidak lepas dari pemanfaatan kondisi lingkungan yang mendukung. Sistem perairan di kawasan Limau Manis yang bersih dan alami menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan serta pertumbuhan ikan nila yang mereka budidayakan.
“Kualitas air yang bersih membuat ikan tumbuh sehat. Kami fokus menjaga kondisi air agar tetap jernih,” ujar Tati saat ditemui di lokasi usaha, Jumat (31/10/2025).
Saat ini, pasangan tersebut memiliki dua kolam ikan yang diatur dengan jadwal panen bergantian, sehingga pasokan ikan nila tetap stabil.
Dengan pemberian pakan intensif lima kali sehari, produktivitas ikan terus terjaga hingga waktu panen tiba.
Dalam satu kali panen, pasangan ini mampu menghasilkan sekitar dua ton ikan nila dari satu kolam dengan masa pemeliharaan selama sembilan bulan.
“Selama 10 tahun ini, kami menjaga kualitas air dan disiplin memberi pakan. Itu yang membuat usaha ini bertahan,” tambah Tati.
Kisah pasangan Novrizal dan Tati menjadi contoh keberhasilan petani ikan lokal yang mengandalkan potensi sumber daya alam setempat. Konsistensi dan manajemen yang baik menjadikan usaha kecil mereka mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi.(cr2)
Editor : Hendra Efison