Di sanalah berdiri Taruko Kicau, tempat berkumpul para pecinta burung yang juga menjadi sumber penghidupan bagi pemiliknya, David (40).
Sebelum pandemi COVID-19 melanda, David dikenal sebagai fotografer wedding.
Namun, ketika pernikahan-pernikahan tertunda dan kegiatan sosial dibatasi, sumber penghasilannya pun berhenti total.
“Saya masih harus menafkahi keluarga, tapi saat itu tidak ada job sama sekali,” kenangnya.
Ia sempat berencana membuka studio foto, namun kondisi pandemi yang tak kunjung membaik membuat tabungan untuk modal terus terkuras.
Di tengah kebingungan, David teringat hobinya: burung kicau. Ia pun mencoba peruntungan dengan mengubah halaman rumahnya menjadi tempat berkumpul para penghobi burung.
“Awalnya cuma warung kopi buat nongkrong teman-teman sesama kicau mania. Sambil latihan burung, saya jual jangkrik dan pakan burung sedikit-sedikit,” ujarnya. Tak disangka, usaha kecil itu justru berkembang pesat.
Seiring waktu, Taruko Kicau kini menjual berbagai pakan dan perlengkapan burung seperti jangkrik, ulat hongkong, kroto, vitamin, hingga burung masteran layak kontes.
“Spesialisnya kita di kacer. Tapi ada juga murai batu dan burung masteran lain,” kata David, Selasa (4/11/2025).
Setiap Rabu dan Jumat, tempatnya ramai dikunjungi pecinta burung untuk melatih gacoan mereka.
“Hari Rabu untuk kacer, Jumat murai batu. Nggak dipungut biaya, konsepnya kumpul sambil nyari settingan burung, biar tahu udah siap kontes atau belum,” jelasnya.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Di mana Purbaya Effect?
Harga pakan di tokonya bervariasi. Jangkrik dijual Rp5.000 per setengah ons, ulat hongkong Rp10.000 per ons, dan kroto Rp16.000 per ons.
Usaha ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 23.00 WIB.
David mengaku awalnya sempat ragu memulai usaha di bidang yang berbeda jauh dari profesinya.
“Jujur, saya pun sempat ragu. Tapi karena nggak ada penghasilan dan rumah ini di pinggir jalan, ya Bismillah aja. Saya gabungkan kemampuan di fotografi sama hobi kicau,” tuturnya sambil tersenyum.
Kini, Taruko Kicau bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga wadah komunitas dan tempat lahirnya burung-burung juara.
Beberapa burung hasil orbitan David bahkan sudah menjuarai kontes kicau tingkat daerah.
Meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil, David tetap optimistis. “Usaha itu pasti ada pasang surut. Yang penting semangat terus, yakin rezeki nggak ke mana,” ucapnya mantap.(CR4)
Editor : Hendra Efison