Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Percepat Layanan Sektor Keuangan, BI-Kemeninves Integrasikan Perizinan 

Eri Mardinal • Sabtu, 29 November 2025 | 09:06 WIB

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dan Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kemeninves Andi Maulana dalam acara CBSEA 2025 di Jakarta, Rabu (26/11).
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dan Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kemeninves Andi Maulana dalam acara CBSEA 2025 di Jakarta, Rabu (26/11).
PADEK.JAWAPOS.COM—Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Investasi/Hilirisasi (Kemeninves) menyepakati integrasi aplikasi perizinan sektor keuangan BI (EASE) dengan sistem One Single Submission (OSS). Langkah itu menjadi terobosan baru untuk mempercepat proses perizinan melalui verifikasi Nomor Induk Berusaha (NIB) secara real time.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menegaskan, BI terus bertransformasi dengan pemanfaatan teknologi digital. Tujuannya, layanan kebanksentralan makin cepat, aman, transparan, dan relevan. ”Kita perkuat sinergi dan inovasi bersama sekaligus meneguhkan komitmen untuk menjadi bank sentral yang adaptif dan berstandar internasional,” ujar Destry di Jakarta kemarin (28/11).

BI menargetkan integrasi penuh sistem perizinan BI–OSS berbasis Straight Through Processing. Selain itu, memperluas inovasi digital pada berbagai layanan bank sentral, memperkuat konektivitas global untuk transaksi lintas negara, serta mendorong budaya kolaborasi dengan lembaga dan industri keuangan. Harapannya, layanan publik makin inklusif, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kemeninves Andi Maulana menekankan pentingnya keseragaman dan konsistensi data untuk perumusan kebijakan ke depan.

”Integrasi data perizinan sektor keuangan antara BI dan Kemeninves menjadi landasan pembentukan satu data keuangan yang akuntabel dan mudah diakses lintas lembaga,” ucapnya.

Sepanjang 2025, sinergi yang kian intens antara BI dan berbagai institusi sudah membuahkan hasil. Mulai penguatan pengelolaan uang negara, harmonisasi sistem BI–Kemenkeu, kesiapan Business Continuity Management lintas lembaga, hingga peningkatan mekanisme transaksi antarnegara dan penyelesaian KLBI. Tahun ini, BI juga telah memenuhi standar global ISO 20022 untuk pembayaran lintas batas serta merampungkan integrasi data host-to-host demi efisiensi layanan. (*)

 

 

Editor : Eri Mardinal
#OSS RBA #EASE BI #bank indonesia #Kemeninves/BKPM