Di tengah fluktuasi pasar, emiten pelat merah, terutama sektor tambang, mencatatkan kinerja cemerlang, didorong lonjakan harga komoditas dan transformasi internal yang kian efisien.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama menilai tren penguatan saham BUMN nonbank sepanjang 2025 bukan sekadar euforia sesaat.
Sejumlah emiten tambang seperti PT Timah Tbk (TINS) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dinilai memiliki fondasi teknikal yang cukup solid untuk melanjutkan penguatan ke depan.
”Sejumlah emiten pelat merah nonbank memperlihatkan tren teknikal yang positif. Saham seperti TINS, ANTM, lalu TLKM dan PGEO juga memiliki prospek yang relatif kuat,” ujarnya kemarin (2/1).
Menurut Nafan, faktor kepemimpinan dan aksi korporasi turut menjadi kunci tumbuhnya kepercayaan pasar.
Perombakan manajemen di sejumlah BUMN memberi sinyal penguatan tata kelola, disiplin belanja modal, serta peningkatan efisiensi operasional.
Selain itu, wacana restrukturisasi BUMN melalui Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia menjadi katalis baru bagi optimisme investor.
”Jika dinamika Danantara berjalan konsisten, peluang perbaikan kinerja emiten BUMN dan indeks terkait akan terbuka lebar menuju 2026,” imbuhnya.
Senada, Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menyebut masih ada ruang penguatan bagi saham BUMN tambang.
Sejumlah sentimen positif, mulai dari peluang biaya dana (cost of fund) yang lebih rendah hingga valuasi emiten pelat merah yang kini masuk kategori value stocks, menjadi penopang utama.
Untuk tahun ini, Liza menilai sektor komoditas strategis dan energi masih akan mendominasi pergerakan pasar. ”ANTM menjadi salah satu kandidat kuat dari sektor tambang, seiring prospek hilirisasi yang terus berjalan,” ujarnya. (*)
Editor : Eri Mardinal