BPR Artha Niaga Solok Resmi Merger dengan BPR MOS Muara Panas, Modal Inti Naik Jadi Rp9,59 Miliar
Two Efly• Rabu, 7 Januari 2026 | 00:32 WIB
BPR Artha Niaga Solok resmi merger dengan BPR MOS Muara Panas setelah disetujui OJK. Modal inti naik Rp9,59 miliar dan aset tembus Rp39,73 miliar. PT BPR Artha Niaga Solok resmi menggabungkan diri dengan PT BPR MOS Muara Panas berdasarkan SK OJK tertanggal 12 November 2025 untuk memperkuat modal, aset, dan ekspansi usaha.
PADEK.JAWAPOS.COM— PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Artha Niaga Solok resmi melakukan merger dengan PT BPR MOS Muara Panas berdasarkan Surat Keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor SR-375/KO.153/2025 tertanggal 12 November 2025.
Direktur Utama PT BPR Artha Niaga Solok, Dedi Saputra, mengatakan merger disepakati seluruh pemangku kepentingan sebagai langkah strategis penguatan fundamental usaha kedua entitas.
“Benar, kami melakukan merger. Pascamerger, modal inti minimum meningkat menjadi Rp9.594.564.768 dan total aset menjadi Rp39.732.535.203,” ujar Dedi Saputra, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, sebelum merger total aset PT BPR Artha Niaga Solok tercatat Rp29.770.916.190 dan meningkat 33,46 persen setelah penggabungan usaha.
Likuiditas perusahaan juga meningkat signifikan. Total tabungan naik dari Rp5.134.203.307 menjadi Rp10.388.305.249 atau tumbuh 102,49 persen.
Sementara total deposito meningkat dari Rp7.780.500.000 menjadi Rp8.271.900.000 atau tumbuh 6,31 persen.
“Total Dana Pihak Ketiga sebelum merger sebesar Rp12.910.703.307 dan setelah merger meningkat menjadi Rp18.660.205.249 atau tumbuh 44,53 persen,” kata Dedi.
Penyaluran kredit juga mengalami kenaikan. Sebelum merger tercatat Rp23.128.243.074 dan pascamerger meningkat menjadi Rp29.857.078.550 atau tumbuh 29,09 persen.
Dedi menyebut peningkatan modal dan likuiditas akan dimanfaatkan untuk ekspansi kredit pada 2026.
Selain kinerja keuangan, merger turut memperluas jaringan layanan. Pascamerger, PT BPR Artha Niaga Solok memiliki dua kantor layanan.
“Kantor pusat berada di Jalan Prof. M. Yamin Nomor 36, Kelurahan Pasar Pandan Air Mati, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, dan mulai ditempati pada 2026. Kantor cabang berada di Jalan Simpang Tugu, Pasar Usang, Nagari Muaro Panas, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok,” jelasnya.
Merger juga diikuti perubahan susunan pengurus. Direktur Utama dijabat Dedi Saputra, Direktur Kepatuhan Romy Iswandi, Komisaris Utama Ferry Ahmadsyah, dan Komisaris Yunasril.
Pemegang Saham Pengendali dipercayakan kepada Yunasril Angga, pengusaha asal Solok yang berkiprah di Provinsi Bali.
Berdasarkan data manajemen, proses merger telah berjalan sejak awal 2025 dan diawali dengan keputusan RUPS Luar Biasa sebelum memperoleh persetujuan resmi OJK.(two)