Total aset tercatat Rp34,86 miliar, realisasi kredit sebesar Rp27,23 miliar, dan dana pihak ketiga mencapai Rp19,62 miliar. Sementara itu, laba bersih usaha meningkat dari Rp222 juta pada tahun 2024 menjadi Rp301 juta pada tahun 2025 atau tumbuh 35,58 persen secara year on year.
Laporan: Two Efly
Pertumbuhan usaha boleh saja berada pada kisaran single digit, namun dari sisi laba, BPR Samudera mampu tumbuh lebih baik. Jika aset hanya tumbuh single digit, sebaliknya laba bersih usaha justru meningkat dua digit.
“Alhamdulillah, tahun buku 2025 kita masih bisa bertumbuh, mulai dari pertumbuhan aset hingga pertumbuhan laba. Total aset tercatat Rp34,86 miliar, realisasi kredit Rp27,23 miliar, dan dana pihak ketiga sebanyak Rp19,62 miliar. Sementara itu, laba bersih usaha meningkat dari Rp222 juta pada tahun 2024 menjadi Rp301 juta pada tahun 2025. Capaian laba ini tumbuh 35,58 persen secara year on year,” ujar Direktur Utama PT BPR Samudera, Algusriandi, didampingi Direktur Jhon Kenedy kepada Padang Ekspres, kemarin.
Menurut Algusriandi, secara agregat kinerja BPR Samudera masih mengalami pertumbuhan pada tahun 2025. Mulai dari aset, realisasi kredit, dana pihak ketiga, hingga besaran laba. Capaian ini tidak terlepas dari kerja keras tim serta berjalan relatif baiknya rencana bisnis bank sepanjang tahun 2025.
Aset dan Dana
Dikutip dari laporan keuangan publikasi PT BPR Samudera tahun 2025, total aset tercatat sebesar Rp34,86 miliar. Capaian aset ini tumbuh 5,79 persen secara year on year.
Pertumbuhan aset tersebut juga didukung oleh membaiknya kinerja kredit dan dana pihak ketiga. Per 31 Desember 2025 tercatat total dana pihak ketiga sebesar Rp19,62 miliar atau tumbuh 2,66 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama-sama berkontribusi terhadap pertumbuhan. Total dana tabungan yang berhasil dihimpun hingga akhir tahun 2025 tercatat Rp7,95 miliar atau tumbuh 0,88 persen. Sementara itu, deposito yang terhimpun mencapai Rp11,67 miliar atau tumbuh 3,91 persen secara year on year.
Pertumbuhan dana ini relatif linier dengan pertumbuhan beban bunga. Beban bunga kontraktual tercatat Rp1,39 miliar atau tumbuh 3,74 persen secara year on year.
Kredit dan Pendapatan
Sedikit lebih baik dibandingkan kinerja dana, realisasi kredit PT BPR Samudera pada tahun buku 2025 tercatat sebesar Rp27,23 miliar. Capaian kredit ini tumbuh 6,56 persen secara year on year.
Pertumbuhan kredit berdampak positif terhadap kinerja pendapatan. Pendapatan bunga yang berhasil dibukukan selama tahun 2025 tercatat sebesar Rp4,21 miliar. Capaian pendapatan bunga ini tumbuh 21,32 persen secara year on year. Sementara itu, pendapatan lainnya tercatat sebesar Rp97 juta.
“Total pendapatan operasional yang mampu kita bukukan selama tahun 2025 tercatat sebesar Rp4,30 miliar. Capaian ini tumbuh 21,12 persen secara year on year,” ujar Algusriandi.
Laba Bertumbuh
Kondisi berbeda justru terlihat pada kinerja laba. Ketika aset tumbuh melandai dan realisasi kredit hanya meningkat single digit, pendapatan justru mampu tumbuh lebih baik atau mencapai double digit.
“Pertumbuhan kredit dan meningkatnya pendapatan operasional inilah yang berdampak pada kinerja laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp222 juta pada tahun 2024 menjadi Rp301 juta pada tahun 2025. Capaian laba ini tumbuh 35,58 persen secara year on year,” jelasnya.
Dari data Padang Ekspres, PT BPR Samudera merupakan salah satu BPR yang beroperasi di Kabupaten Pesisir Selatan. Secara kinerja, BPR Samudera tergolong cukup baik seiring terus bertumbuhnya aset dan besaran laba.
Dari sisi pasar, BPR Samudera memiliki segmen yang berbeda dibandingkan BPR lainnya. BPR Samudera lebih fokus pada masyarakat pesisir pantai sebagai mitra kerja.
Segmentasi pasar inilah yang mendorong BPR Samudera menjadi mitra kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Alhamdulillah, tahun 2025 sudah mampu kita lewati dengan baik dan BPR Samudera masih mampu mencatatkan pertumbuhan usaha serta peningkatan laba. Terima kasih atas kerja keras dan kerja samanya. Semoga pada tahun 2026 BPR Samudera bisa tumbuh lebih baik lagi,” tutup Algusriandi.(***)
Editor : Hendra Efison