Manajemen PT BPR Dharma Nagari kembali mempertahankan tren positif kinerja dengan pertumbuhan dua digit pada tahun 2025. Total aset tercatat Rp49,02 miliar, realisasi kredit sebesar Rp34,52 miliar, dana pihak ketiga Rp37,02 miliar, dan laba bersih usaha naik dari Rp497 juta pada tahun 2024 menjadi Rp810 juta pada tahun 2025 atau tumbuh 62,97 persen secara year on year.
Laporan: Two Efly
Tidak mudah untuk mempertahankan capaian yang telah diraih. Namun, manajemen PT BPR Dharma Nagari mampu melakukannya. Pada tahun 2025, seluruh indikator usaha tumbuh dua digit, mulai dari aset, realisasi kredit, hingga dana pihak ketiga. Kinerja yang menonjol juga terlihat pada pertumbuhan laba yang meningkat signifikan.
“Alhamdulillah, kami masih mampu menjaga pertumbuhan usaha dengan baik pada tahun 2025. Seluruh indikator usaha tumbuh sesuai rencana. Total aset tercatat Rp49,02 miliar, realisasi kredit Rp34,52 miliar, dan dana pihak ketiga Rp37,02 miliar. Sementara itu, laba bersih usaha meningkat dari Rp497 juta pada tahun 2024 menjadi Rp810 juta pada tahun 2025 atau tumbuh 62,97 persen secara year on year,” ujar Direktur Utama PT BPR Dharma Nagari, Yusmardi Efendi, kepada Padang Ekspres.
Baca Juga: Pariaman Gandeng Food Station, Rano Karno: Pasok Pangan Jakarta dari Sumbar
Menurut Yusmardi, pertumbuhan tersebut tidak lepas dari kerja keras tim serta pelaksanaan rencana kerja yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Fungsi intermediasi bank berjalan optimal, baik dalam penghimpunan dana maupun penyaluran kredit. Selain itu, tata kelola dan peningkatan kualitas aktiva produktif juga terus ditingkatkan.
Aset dan Dana
Berdasarkan laporan keuangan publikasi tahun 2025, total aset PT BPR Dharma Nagari tercatat Rp49,02 miliar atau tumbuh 41,79 persen secara year on year. Realisasi ini juga melampaui target dalam RBB tahun 2025.
Pertumbuhan aset didorong oleh membaiknya fungsi intermediasi. Total dana pihak ketiga yang dihimpun hingga akhir 2025 mencapai Rp37,02 miliar atau tumbuh 37,07 persen secara year on year.
Dari sisi produk, tabungan tercatat Rp26,3 miliar atau tumbuh 34,01 persen. Sementara itu, deposito mencapai Rp10,99 miliar atau tumbuh 57,22 persen secara year on year.
Baca Juga: Razia PETI Kabupaten Solok, Polisi Bakar Alat Tambang di Sibarambang, Pelaku Kabur
Kredit dan Pendapatan
Kinerja kredit juga menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga akhir tahun 2025, total kredit yang disalurkan mencapai Rp34,52 miliar atau tumbuh 32,71 persen secara year on year dan melampaui target RBB.
Pertumbuhan kredit berdampak langsung terhadap pendapatan. Pendapatan bunga tercatat Rp5,64 miliar atau tumbuh 40,64 persen. Sementara itu, pendapatan lainnya sebesar Rp340 juta atau tumbuh 47,18 persen.
“Total pendapatan operasional yang berhasil dibukukan mencapai Rp5,98 miliar atau tumbuh 41,03 persen secara year on year,” ujar Yusmardi.
BOPO dan Laba
Selain pertumbuhan usaha, manajemen juga meningkatkan kualitas aktiva produktif. Hal ini tercermin dari rasio keuangan yang semakin membaik.
Baca Juga: Tabrakan Beruntun di Palupuh Agam, Pajero Oleng Hantam 3 Kendaraan, Satu Pengendara Luka
Efisiensi operasional terlihat dari penurunan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menjadi 83,56 persen.
“Kredit yang tumbuh, pendapatan meningkat, serta kualitas aktiva produktif yang membaik bermuara pada peningkatan laba. Laba bersih usaha naik dari Rp497 juta pada 2024 menjadi Rp810 juta pada 2025 atau tumbuh 62,97 persen secara year on year,” jelas Yusmardi.
Berdasarkan data Padang Ekspres, dalam tiga tahun terakhir PT BPR Dharma Nagari menunjukkan tren kinerja yang konsisten positif. Pertumbuhan dua digit tercapai setiap tahun, baik dari sisi aset maupun laba.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Kami berharap tren positif ini terus terjaga dan PT BPR Dharma Nagari semakin berkembang ke depan,” tutup Yusmardi.(*)
Editor : Hendra Efison