PADEK.JAWAPOS.COM — Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Sumatera Barat menggelar Forum Ekonomi bertema “Tantangan dan Peluang Sektor Ketenagalistrikan Pascahidrometeorologi” di The ZHM Premiere Hotel Padang, Rabu (6/5/2026), sekaligus peluncuran program Rezeki Listrik Dunsanak Minang 2026 oleh PLN.
Forum ini menjadi ajang pembahasan pemulihan sektor energi pascabencana serta peluang pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Sumatera Barat.
Wakil Ketua IV Pengurus Pusat MKI, Andri Doni, menyatakan forum ini penting sebagai langkah awal pemulihan.
Baca Juga: PLN Nyalakan Listrik untuk 15 KK di Tanjung Modang Tanah Datar Lewat Program Lisdes
“Kita ibaratnya melangkah dari ground zero setelah musibah. Program ini disusun untuk menyesuaikan agenda nasional, yakni masa transisi energi,” ujarnya.
Ia menilai Sumatera Barat memiliki potensi besar EBT yang dapat mendukung kebutuhan listrik nasional, khususnya untuk suplai ke Pulau Jawa.
Menurut Andri, peluang tersebut perlu dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan industri berbasis energi.
“Sumatera Barat memiliki potensi besar, tetapi industri belum berkembang maksimal. Ini yang perlu didorong,” katanya.
Baca Juga: Pelatihan Sepablock 20 Tukang di Padang, Dukung Huntap Balai Gadang
Ia juga menyoroti potensi sektor biomassa berbasis pertanian sebagai sumber energi alternatif, termasuk produksi wood chip dan wood pellet.
Dalam forum tersebut, MKI juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah sebagai prioritas utama, dengan energi listrik sebagai produk turunan.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, meluncurkan program Rezeki Listrik Dunsanak Minang 2026.
“Setiap transaksi listrik melalui PLN Mobile menjadi peluang untuk meraih hadiah, termasuk umrah untuk tiga orang, motor listrik, dan perangkat listrik lainnya,” ujarnya.
Baca Juga: Kanal Bak Intake Sikayan Dikuras, Pelanggan PDAM Terdampak
Program ini berlangsung mulai Mei hingga 15 Desember 2026, dengan pengundian akhir Desember dan penyerahan hadiah pada Januari 2027.
Ajrun menyebut program ini mendorong masyarakat memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile.
Selain itu, ia menyampaikan pemulihan listrik pascabencana hidrometeorologi pada November 2025 berjalan cepat berkat dukungan pemerintah dan masyarakat.
“Listrik bisa pulih paling cepat di antara tiga provinsi lain, berkat dukungan Forkopimda dan masyarakat,” katanya.
Baca Juga: RUPST Indosat 2026: Dividen Rp3,57 Triliun Disetujui, 4 Pimpinan Baru Ditunjuk
Forum ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara PLN, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam mendorong transisi energi dan pengembangan ketenagalistrikan di Sumatera Barat.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan I 2026 mencapai 5,02 persen.
PLN optimistis pengembangan EBT dan proyek energi ke depan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(*)
Editor : Hendra Efison