Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pertamina Patra Niaga Dorong Ekosistem Halal Lhokseumawe, 50 Pelaku UMKM Ikuti Seminar Halal Food & Tourism

Hendra Efison • Selasa, 30 Juni 2026 | 09:28 WIB
Puluhan pelaku UMKM mengikuti Seminar Halal Food & Tourism yang digelar Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama GESID Halal Center dan RRI Lhokseumawe di Aula RRI Lhokseumawe, Kamis (25/6/2026), sebagai upaya memperkuat ekosistem halal dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Puluhan pelaku UMKM mengikuti Seminar Halal Food & Tourism yang digelar Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama GESID Halal Center dan RRI Lhokseumawe di Aula RRI Lhokseumawe, Kamis (25/6/2026), sebagai upaya memperkuat ekosistem halal dan meningkatkan daya saing produk lokal.

LHOKSEUMAWE, PADEK.JAWAPOS.COM– Ekosistem halal Lhokseumawe mendapat penguatan melalui Seminar Halal Food & Tourism yang digelar Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe bersama Generasi Emas Indonesia (GESID) Halal Center dan RRI Lhokseumawe, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula RRI Lhokseumawe itu diikuti 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai sektor.

Peserta terdiri atas sembilan anggota kelompok UMKM binaan Corporate Social Responsibility (CSR) IT Lhokseumawe dan pelaku UMKM lainnya.

Seminar tersebut membahas peluang serta tantangan pengembangan industri halal sebagai upaya meningkatkan daya saing produk lokal.

Ketua Umum GESID Halal Center Lhokseumawe, Maimun Saleh, mengatakan pengembangan industri halal memerlukan sinergi berbagai pihak agar pelaku usaha mampu memenuhi standar kehalalan sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.

"Pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Melalui sinergi tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya memenuhi standar kehalalan produk, tetapi juga semakin kompetitif sehingga mampu berkembang dan bersaing di tingkat regional maupun nasional," ujarnya.

Ekosistem Halal Lhokseumawe Tingkatkan Daya Saing UMKM

Supervisor HSSE & Fleet Safety Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Lhokseumawe, Arnoldus Setyawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas UMKM.

Menurutnya, penerapan standar halal membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas akses pasar.

"Pertamina meyakini bahwa penguatan ekosistem halal dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, kami berharap tercipta ekosistem yang saling mendukung sehingga produk-produk lokal mampu berkembang secara berkelanjutan," kata Arnoldus.

Seminar menghadirkan pemateri dari RRI Lhokseumawe, Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Lhokseumawe, Kementerian Agama Kota Lhokseumawe, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.

Materi yang disampaikan meliputi promosi halal tourism, potensi produk lokal, sertifikasi halal, hingga strategi pengembangan UMKM berbasis industri halal.

Pada akhir kegiatan, panitia menyerahkan sertifikat halal kepada salah satu UMKM sebagai bentuk apresiasi sekaligus mendorong semakin banyak pelaku usaha mengurus sertifikasi halal.

Pertamina Perkuat Pemberdayaan UMKM

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penguatan kapasitas UMKM menjadi salah satu fokus program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas diperlukan agar UMKM mampu memenuhi standar halal serta memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar.

"Pengembangan ekosistem halal merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan komitmen Pertamina dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Kami meyakini kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar UMKM mampu memenuhi standar kehalalan produk sekaligus memiliki peluang lebih besar untuk berkembang di pasar yang lebih luas," ujar Fahrougi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program TJSL Pertamina yang berfokus pada pengembangan kapasitas UMKM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program ini juga mendukung pengembangan industri halal sebagai salah satu sektor yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(*)

Editor : Hendra Efison
#UMKM Lhokseumawe #Seminar Halal Food & Tourism #GESID Halal Center #Pertamina Patra Niaga #sertifikasi halal