PADEK.JAWAPOS.COM-Permintaan cat tembok di Indonesia pada 2026 mengalami peningkatan seiring tren renovasi rumah dan kebutuhan perlindungan dinding dari jamur maupun cuaca ekstrem. Salah satu produk yang masih menjadi pilihan masyarakat Nippon Paint karena dinilai memiliki variasi produk dan teknologi pelapis yang sesuai untuk kebutuhan interior maupun eksterior.
Kemasan cat 5 kilogram menjadi salah satu ukuran yang paling diminati karena dianggap fleksibel untuk proyek pengecatan skala kecil hingga menengah, seperti satu ruangan atau perbaikan sebagian dinding rumah.
Berdasarkan pantauan di sejumlah market place dan toko bangunan, harga cat Nippon Paint 5 kg pada Juli 2026 berada di kisaran Rp58 ribu hingga Rp295 ribu per kaleng, tergantung jenis dan fungsi produk.
Varian Vinilex untuk interior dijual mulai Rp58 ribu hingga Rp120 ribu dengan fitur anti jamur dan warna tahan lama. Sementara Weatherbond untuk eksterior dipasarkan sekitar Rp180 ribu sampai Rp250 ribu karena memiliki daya tahan terhadap cuaca dan rembesan air.
Produk Q-LUC berada di rentang Rp90 ribu hingga Rp140 ribu, sedangkan Spot-Less Plus dijual sekitar Rp150 ribu sampai Rp210 ribu dengan keunggulan mudah dibersihkan dan tahan noda.
Chief Executive Officer Lyvprojects Albert Limcat mengatakan perbedaan harga dipengaruhi teknologi dan kualitas bahan yang digunakan pada masing-masing produk.
“Perbedaan harga biasanya dipengaruhi oleh kandungan teknologi pada produk, seperti fitur anti jamur, ketahanan warna, dan daya sebar cat,” ujarnya.
Selain jenis produk, harga cat juga dipengaruhi kenaikan bahan baku seperti resin dan titanium dioxide yang sempat mengalami kenaikan 4-7 persen pada semester pertama 2026 akibat gangguan rantai pasok global.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Cat Indonesia (APCI) Aris Munandar mengatakan produsen besar tetap berupaya menjaga stabilitas harga agar tetap kompetitif di pasar nasional.
Di sisi lain, promo marketplace dan toko daring turut memengaruhi harga jual kepada konsumen melalui program diskon, cashback, hingga cicilan nol persen.
Untuk kebutuhan pengecatan rumah, konsumen juga mempertimbangkan daya sebar produk. Data teknis menunjukkan satu kaleng cat 5 kg rata-rata dapat digunakan untuk bidang seluas 25 hingga 35 meter persegi, tergantung kondisi dinding dan jumlah lapisan aplikasi.
Beberapa jenis cat tembok anti bocor membutuhkan lebih banyak lapisan agar hasil warna lebih merata dan tahan lama.
“Untuk ruangan standar ukuran 3×4 meter dengan tinggi dinding 3 meter, satu kaleng 5 kg bisa digunakan hingga dua kali aplikasi penuh,” kata Albert.
Konsumen juga disarankan membeli produk dari distributor resmi untuk memastikan keaslian barang dan memperhatikan tanggal kedaluwarsa kemasan sebelum digunakan.
Sementara itu, industri cat nasional diproyeksikan terus tumbuh seiring meningkatnya pembangunan dan renovasi hunian di berbagai daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor konstruksi tumbuh 5,8 persen pada semester I 2026 yang turut mendongkrak penjualan cat tembok nasional.
Head of Marketing Nippon Paint Indonesia Eko Setiawan mengatakan perusahaan terus memperkuat distribusi dan inovasi produk guna memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam.
“Kami terus memperkuat jaringan distribusi dan meningkatkan inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai segmen,” ujarnya.
Selain faktor harga dan kualitas, tren penggunaan cat ramah lingkungan dengan kandungan VOC rendah juga mulai meningkat karena masyarakat semakin memperhatikan kualitas udara dalam ruangan.
Dengan berbagai pilihan produk dan teknologi pelapis yang tersedia, cat Nippon Paint 5 kg diperkirakan masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Indonesia untuk kebutuhan pengecatan rumah maupun bangunan komersial.(rel)
Editor : Novitri Selvia