PADEK.JAWAPOS.COM—Permintaan susu kambing di Sumatera Barat terus menunjukkan tren positif, sementara ketersediaan produk di pasaran masih terbatas. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi peternak kambing etawa, terutama melalui pengembangan produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Peluang itu mengemuka dalam kegiatan penutupan Program Ekonomis Komunitas Kambing Etawa yang digelar UPZ Baznas Semen Padang di Padayo Goat Farm, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Senin (13/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat mendorong peternak agar tidak hanya mengandalkan penjualan susu segar.
Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Nirmala, mengatakan pasar susu kambing masih terbuka lebar karena permintaannya terus meningkat setiap tahun.
"Permintaan susu kambing terus mengalami peningkatan, sedangkan ketersediaannya belum banyak. Kondisi ini menjadi peluang bagi para peternak untuk mengembangkan usaha," katanya.
Menurut Nirmala, peluang tersebut akan semakin besar apabila peternak mulai mengembangkan hilirisasi produk.
Susu kambing tidak hanya dapat dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Produk Olahan Dinilai Beri Nilai Tambah Lebih Besar
Nirmala menyebut susu kambing memiliki potensi diolah menjadi susu pasteurisasi, yoghurt, kefir, hingga berbagai produk olahan lainnya.
Diversifikasi produk dinilai mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pangsa pasar peternak lokal.
"Kalau hanya menjual susu segar, nilai tambah yang diperoleh masih terbatas. Apabila diolah menjadi produk turunan, harga jual dan daya saingnya tentu dapat meningkat," ujarnya.
Ia mengungkapkan harga susu kambing di pasaran saat ini dapat mencapai sekitar Rp70 ribu per liter.
Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan harga susu sapi, sehingga membuka peluang keuntungan yang lebih besar bagi pelaku usaha peternakan kambing etawa.
Menurutnya, tingginya harga jual tidak mengurangi minat konsumen karena susu kambing memiliki segmen pasar tersendiri yang terus berkembang.
Hal itu menjadi modal penting bagi peternak untuk memperluas usaha sekaligus meningkatkan pendapatan.
"Masyarakat tidak segan membeli susu kambing dengan harga lebih tinggi karena produk ini memiliki konsumen yang spesifik. Apabila hilirisasi dilakukan dengan baik, peluang keuntungan bagi peternak tentu akan semakin besar," kata Nirmala.
Promosi dan Pembinaan Diperkuat
Selain mendorong pengembangan produk olahan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat juga terus memperkuat pembinaan kepada pelaku usaha peternakan.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, promosi, hingga pelibatan peternak dalam berbagai kegiatan dan pameran.
Salah satu momentum yang dinilai strategis adalah peringatan Hari Susu Nusantara. Kegiatan tersebut tidak hanya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi susu, tetapi juga menjadi ajang promosi bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.
"Hari Susu Nusantara menjadi ajang untuk mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi susu. Susu baik untuk kesehatan hari ini dan mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat pada masa depan. Bagi pelaku usaha kambing perah, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana promosi dan memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas," tuturnya.
Program pemberdayaan yang dijalankan UPZ Baznas Semen Padang melalui pengembangan kambing etawa dinilai menjadi salah satu pintu masuk bagi lahirnya pelaku usaha peternakan baru di Kota Padang. (*)
Editor : Hendra Efison