Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Erupsi Marapi tak Kunjung Reda, Warga Mulai Khawatir Bencana Lahar Dingin

Rian Afdol • Jumat, 24 Januari 2025 | 12:15 WIB

 

WASWAS: Gunung Marapi tertutup kabut saat dilihat dari Kota Bukittinggi, kemarin.(RIAN AFDOL/PADEK)
WASWAS: Gunung Marapi tertutup kabut saat dilihat dari Kota Bukittinggi, kemarin.(RIAN AFDOL/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Gunung Marapi kembali meletus, Kamis (23/1) siang, sekitar pukul 14.21. Erupsi yang tak kunjung reda, ditambah kondisi cuaca yang sering hujan, mulai membuat warga di sekitar kaki Marapi, waswas akan bencana banjir lahar dingin.

“Beberapa hari terakhir, dentuman saat terjadi erupsi terasa cukup keras. Hampir setiap letusan beriringan dengan dentuman keras, kondisi ini tentu membuat masyarakat merasa khawatir,” sebut Hatta Rizal, warga Cangkiang, Nagari Batutaba, Agam, kemarin.

Ia juga menambahkan selain kekhawatiran terhadap letusan, masyarakat di Jorong Cangkiang, terutama yang bermukim di sekitar aliran sungai merasa khawatir terhadap potensi aliran lahar dingin.

“Apalagi beberapa waktu belakangan sering terjadi hujan di sekitar Gunung Marapi. Tidak hanya soal letusan, masyarakat juga khawatir terhadap potensi terjadinya galodo,” tuturnya.

Terpisah, Petugas Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, mengatakan, erupsi Gunung Marapi kemarin siang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan memiliki durasi 35 detik.

“Erupsi Gunung Marapi terjadi pada pukul 14.21 dengan kolom abu tidak teramati karena diselimuti kabut tebal,” kata Ahmad Rifandi dalam keterangan resminya.

Menurutnya, saat ini Gunung Marapi berada di level II. Dengan status ini, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak memasuki atau beraktivitas di radius tiga kilometer dari pusat kawah.

Masyarakat, terutama yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi diminta untuk mewaspadai potensi lahar dingin apalagi saat musim hujan.

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat diminta untuk menggunakan masker, penutup hidung dan mulut. Kemudian semua pihak diminta untuk menjaga suasana yang kondusif dengan tidak mudah percaya dan menyebarkan narasi yang belum jelas sumbernya,” katanya.
Bagi Pemkab Agam, Tanahdatar, Pemko Bukittinggi dan Padangpanjang, diminta untuk selalu berkoordinasi dengan PVMBG memonitoring perkembangan Gunung Marapi.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Agam, Budi Prawira Negara menyebutkan pihak BPBD Agam terus menyesuaikan dan berkoordinasi dengan PVMBG dalam menanggapi erupsi yang terjadi beberapa hari terakhir.

“Sampai saat ini status Marapi ada di level dua, dan masyarakat diminta untuk tidak memasuki radius tiga kilometer. Selain itu masyarakat juga diminta untuk mengikuti rekomendasi lainnya dari PVMBG,” sebutnya. (rna)

Editor : Novitri Selvia
#Ahmad Rifandi #erupsi marapi #gunung marapi #PGA