PADEK.JAWAPOS.COM-Sebagai bentuk komitmen melestarikan kebudayaan pencak silat, Pemerintah Kota Bukittinggi bekerja sama dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat menggelar Kejuaraan Pencak Silat Dang Tuanku ke-6.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan unjuk prestasi bagi ribuan peserta yang berpartisipasi.
Kejuaraan ini diikuti oleh 1.700 pesilat dari berbagai wilayah di Indonesia serta peserta undangan dari Malaysia. Kegiatan berlangsung di GOR Bermawi Bukittinggi sejak Selasa (14/10) dan akan berakhir pada Minggu (19/10).
“Pencak silat merupakan warisan budaya yang harus kita lestarikan bersama. Lebih dari sekadar olahraga, ini adalah tradisi, kebudayaan, dan seni yang diturunkan dari generasi ke generasi. Melalui silat, kita membentuk karakter anak-anak yang beretika, menghormati guru, dan menghargai sesama,” ujar Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Rabu (15/10).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kejuaraan tersebut yang dinilai memberikan berbagai dampak positif. Selain menjaga eksistensi budaya, kegiatan ini juga mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
“Event seperti ini juga memberikan dampak positif bagi pariwisata Bukittinggi. Insya Allah, tahun depan, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Jam Gadang, event ini akan kita selenggarakan dalam skala yang lebih besar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KONI Bukittinggi, Hendra Hendarmin, berharap kejuaraan ini menjadi awal dari penyelenggaraan kegiatan serupa yang lebih besar di masa mendatang.
“Kejuaraan Pencak Silat Dang Tuanku VI menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas. Ke depan, kami berharap semakin banyak kejuaraan daerah yang digelar di Bukittinggi,” ujarnya.(rna)
Editor : Novitri Selvia