Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Inflasi Bukittinggi Capai 4,50 Persen, Cabai Merah dan Emas Jadi Pendorong Utama

Rian Afdol • Rabu, 5 November 2025 | 11:28 WIB

BERI KETERANGAN: Kepala BPS Kota Bukittinggi, Abdi Gunawan saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor BPS Bukittinggi, Selasa, (4/11).
BERI KETERANGAN: Kepala BPS Kota Bukittinggi, Abdi Gunawan saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor BPS Bukittinggi, Selasa, (4/11).

PADEK.JAWAPOS.COM-Pada Oktober 2025, Kota Bukittinggi tercatat mengalami inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) Bukittinggi mencatat secara month-to-month inflasi tercatat sebesar 0,16 persen, secara year-to-date sebesar 4,09 persen. Kemudian secara Year-on-Year tercatat inflasi sebesar 4,50 persen.

Kepala BPS Bukittinggi, Abdi Gunawan menyebutkan, inflasi disebabkan karena harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Relatif sama untuk inflasi tahunan dan bulanan, cabai merah dan emas menjadi pendorong utama terjadinya inflasi. 

“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Oktober 2025 di antaranya cabai merah, emas perhiasan, sewa rumah, mobil, Sigaret Kretek Mesin, cabai hijau kue kering, ikan tongkol, minyak goreng, tarif rumah sakit, ketupat, daging ayam ras, jeruk, kopi bubuk dan Sigaret Putih Mesin,” sebut Abdi Gunawan, Selasa, (4/11).

Sejumlah komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y di antaranya, beras, kentang, bahan bakar rumah tangga, petai, terong, susu bubuk balita, telepon selular, buncis dan sejumlah komoditas lainnya. 

Tidak jauh berbeda, Abdi Gunawan mengatakan, untuk inflasi m-to-m, sejumlah produk yang memberikan andil inflasi di antaranya, cabai merah, emas perhiasan, jeruk, tarif rumah sakit, pepaya, ayam wortel dan salak.

“Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m pad Oktober 2025 di Bukittinggi di antaranya bawang merah, kentang, buncis, jengkol, petai, daun bawang, terong dan sejumlah komoditas lainnya,” imbuhnya.

Membandingkan dengan inflasi tahun lalu, Abdi Gunawan menjelaskan dalam kategori m-to-m pada 2023 Kota Bukittinggi mengalami deflasi sebesar 0,06 persen, pada tahun 2024 mengalami inflasi 0,07 persen dan tahun 2025 inflasi sebesar 0,16 persen.

Kemudian untuk inflasi year to date, pada Oktober 2023 Kota tercatat inflasi 1,67 persen, Oktober 2024 inflasi sebesar 1,28 persen dan Oktober 2025 inflasi 4,09 persen.

Kemudian untuk inflasi year on year, pada Oktober 2023 sebesar 2,30 persen, Oktober 2024 sebesar 1,78 persen dan pada Oktober 2025 inflasi sebesar 4,50 pesen. (rna)

Editor : Novitri Selvia
#Abdi Gunawan #inflasi