Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Film Gowok Kamasutra Jawa Tayang Perdana di IFFR 2025, Disambut Antusias Penonton Eropa

Hendra Efison • Sabtu, 22 Februari 2025 | 14:36 WIB

Sutradara Hanung Bramantyo bersama pemain
Sutradara Hanung Bramantyo bersama pemain
PADEK.JAWAPOS.COM—Film Gowok Kamasutra Jawa sukses melakukan pemutaran perdana di ajang bergengsi International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2025, Belanda.

Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini mendapat kesempatan tayang sebanyak enam kali dalam kurun waktu sebelas hari, mulai 30 Januari hingga 9 Februari 2025.

Salah satu pemeran utama, Reza Rahadian, yang hadir langsung di festival tersebut, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap antusiasme penonton Eropa yang menyaksikan film tersebut. Ia menyebutkan bahwa Gowok Kamasutra Jawa mendapatkan sambutan hangat dari audiens.

“Festivalnya ditutup di Pathe, salah satu studio terbesar di sana. Itu pertama kalinya kami melihat audiens yang full house. Responsnya sangat positif,” ujar Reza saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).

Rasa penasaran Reza terhadap reaksi penonton Eropa membuatnya melakukan wawancara langsung dengan beberapa audiens. Dari hasil interaksinya, ia menemukan bahwa daya tarik utama film ini bagi penonton luar negeri terletak pada cara bertuturnya yang unik serta cerita yang diangkat.

“Ternyata yang menarik bagi mereka adalah cara bertuturnya dan cerita yang diangkat,” jelas Reza.

Isu Seksual dan Budaya Jawa yang Menarik Perhatian

Film Gowok Kamasutra Jawa mengangkat kisah tentang pendidikan seksual bagi laki-laki agar dapat memahami bagaimana memuaskan pasangan di ranjang, dengan latar waktu antara tahun 1955 hingga 1965. Tema ini rupanya membangkitkan rasa ingin tahu penonton Eropa, terutama terkait dengan bagaimana pelajaran seksual diterapkan di Indonesia, khususnya di tanah Jawa.

“Di Eropa, mendidik seseorang untuk memahami hal ini bukan sesuatu yang lazim. Mereka memiliki budaya berbeda. Dalam film ini, aspek tersebut menjadi sorotan utama,” papar Reza.

Hanung Bramantyo selaku sutradara menambahkan bahwa film ini memang mengangkat isu yang menarik, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga secara universal. Ia pun menyadari bahwa tema tersebut bisa memicu berbagai reaksi di Indonesia ketika nantinya ditayangkan.

“Mungkin di Indonesia tema seperti ini akan menjadi kontroversial, tapi saya yakin di luar negeri justru menjadi sangat menarik, seperti halnya film Tuhan Izinkan Aku Berdosa,” ungkap Hanung.

Jadwal Tayang di Indonesia Masih Dinantikan

Selain Reza Rahadian, film Gowok Kamasutra Jawa juga dibintangi oleh Raihaanun, Lola Amaria, Devano Danendra, Alika Jantinia, dan Ali Fikry. Meski belum ada pengumuman resmi mengenai tanggal tayang di Indonesia, film yang digarap oleh MVP Pictures dan Dapur Film ini diproyeksikan untuk tayang di bioskop tanah air pada tahun ini.

Dengan keberhasilannya di IFFR 2025, film ini diharapkan dapat menghadirkan perspektif baru dalam industri perfilman Indonesia sekaligus membuka diskusi tentang budaya dan pendidikan seksual di masyarakat.(jpg)

Editor : Hendra Efison
#pelajaran seksual #International Film Festival Rotterdam #Disambut Antusias Penonton #Film Gowok Kamasutra Jawa