“Dimanapun melaksanakan tugas, kita selalu siap melaksanakan ibadah puasa, Shalat Tarawih dan selalu sempatkan diri membaca Al Quran. Berbuka dan Sahur kadang dilaksanakan pada tempat yang berbeda, sesuai tempat menjalankan perintah tugas,” katanya, Minggu (31/3).
Menjadi seorang pimpinan pada sebuah distrik militer, tentunya kegiatannya sangat padat dan sibuk. Hampir seirama dengan kesibukan sebagai seorang kepala daerah bupati atau walikota, Dandim lebih banyak mengisi kegiatan-kegiatan rutin di luar kantor saat bulan Suci Ramadhan, termasuk melaksanakan Safari Ramadhan dan bersilaturahmi dengan masyarakat.
“Kegiatan saya sehari-hari sangat tentatif, banyak dinamika dan perubahan. Bahkan hampir selama jam kerja tidak pernah menetap di suatu tempat, tidak selalu bekerja di kantor setiap hari. Kadang harus berkeliling memantau wilayah, memenuhi undangan, bekerja di lapangan bersama anggota,” terangnya.
Dandim mengatakan, sejumlah kegiatan mulai dari penanggulangan bencana alam, bakti sosial, karya bakti membantu masyarakat, anjangsana dan silaturahmi dengan masyarakat, patroli keamanan wilayah bersama Forkopimda, dan melaksanakan tugas-tugas lainnya dari Komando Atas.
“Sehingga selalu mengikuti irama pekerjaan, namun tetap memaksimalkan ibadah. Ibadah Tarawih, membaca Al Quran selalu jadi prioritas, tentunya juga shalat fardhu, meski harus dilakukan di tempat yang berbeda sesuai di mana menjalankan tugas,” kata Dandim.
Jika dalam suasana libur dari tugas rutin, Dandim yang juga mantan Danyonif 117/Ksatria Yudha ini, biasanya berdua dengan sang istri ke pasar membeli kebutuhan hingga sekadar menikmati suasana menjelang berbuka puasa.
“Kebetulan anak-anak saya semua sekolah di Jakarta. Di sini hanya berdua dengan istri. Kadang saat ada waktu senggang sesekali saya mengantar istri belanja untuk kebutuhan rumah termasuk menu untuk buka puasa,” kata Letkol Inf Adri Asmara Yudha menggambarkan kesederhanaan seorang Dandim menjalani tugasnya. (*)
Editor : Novitri Selvia