Alih-alih menjadi pusat olahraga dan kebanggaan masyarakat, fasilitas ini justru menjadi simbol kegagalan pengelolaan aset publik.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi gedung yang rusak parah. Hampir seluruh plafon di dalam gedung copot dan sebagian dibiarkan tergantung tanpa pengamanan, menimbulkan potensi bahaya serius.
Tribun penonton dipenuhi lumut, lantai licin, dan atap bocor di beberapa titik. Setiap hujan turun, air menggenangi lantai, mempercepat kerusakan fasilitas lain.
Kondisi listrik gedung pun mati total, sehingga seluruh area gelap gulita. Fasilitas sanitasi lumpuh, WC dan kamar mandi tidak dapat digunakan akibat kerusakan dan ketiadaan air bersih.
Randi (36), warga setempat, menyayangkan keadaan gedung yang tak terawat. “Ini uang rakyat Rp 90 miliar, tapi sekarang tidak bisa dipakai sama sekali. Kalau tidak ada anggaran perawatan, untuk apa dulu dibangun?” ujarnya.
Ketua KONI Dharmasraya, Afrizal Latif, menegaskan pentingnya perbaikan segera agar gedung bisa dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan dan pembinaan atlet di
Kabupaten Dharmasraya.
“Mudah-mudahan segera diperbaiki. Itu harapan terbesar kita sebagai insan olahraga,” katanya. (ita)
Editor : Adetio Purtama