Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dekranasda Dharmasraya 2025–2030 Resmi Dilantik, Pemkab Fokus Kembangkan UMKM dan Kerajinan Lokal

Zulfia Anita • Rabu, 29 April 2026 | 10:03 WIB
Pemkab Dharmasraya resmi melantik Pengurus Dekranasda 2025–2030 untuk memperkuat UMKM, kerajinan lokal, ekonomi kreatif, serta mendorong digitalisasi pemasaran produk unggulan daerah. (DOKUMENTASI PEMKAB DHARMASRAYA)
Pemkab Dharmasraya resmi melantik Pengurus Dekranasda 2025–2030 untuk memperkuat UMKM, kerajinan lokal, ekonomi kreatif, serta mendorong digitalisasi pemasaran produk unggulan daerah. (DOKUMENTASI PEMKAB DHARMASRAYA)

PADEK.JAWAPOS.COM--Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kerajinan daerah melalui pelantikan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dharmasraya periode 2025–2030.

Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat daya saing produk kerajinan khas Dharmasraya di pasar regional maupun nasional.

Acara pelantikan dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya Drs. Jasman Dt. Bandaro Bendang, MM, jajaran pemerintah daerah, Bupati Dharmasraya periode 2005–2010 Marlon Martua, pengurus Persit, Bhayangkari, Adhyaksa Dharmakarini, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta para pelaku UMKM dan usaha kreatif se-Dharmasraya.

Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Solok, Pohon Tumbang Putuskan Listrik

Dalam susunan kepengurusan baru, Hj. Rafnelly Rafki Marlon dipercaya sebagai Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Dharmasraya dengan Lisma Dewi sebagai Wakil Ketua. Struktur organisasi juga diperkuat oleh unsur teknis dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan serta sejumlah koordinator bidang strategis, mulai dari kemitraan, manajemen usaha, wirausaha baru, daya saing, pendanaan hingga promosi dan hubungan masyarakat.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dalam sambutannya menegaskan bahwa Dekranasda memiliki peran vital sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya dalam pembinaan pengrajin lokal agar mampu berkembang lebih profesional.

Menurut Annisa, Dharmasraya memiliki banyak produk unggulan seperti batik tanah liek, tas kambuik, dan berbagai kriya lokal yang memiliki potensi besar untuk bersaing dengan produk dari daerah lain. Namun, tantangan utama saat ini masih terletak pada aspek promosi, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar.

Baca Juga: Upacara Bendera dan Semangat Kebangkitan Nasional

“Di bawah binaan Ibu Rafnelly Rafki, kami yakin Dekranasda Kabupaten Dharmasraya akan semakin maju, lebih aktif membina para pengrajin, dan mampu membawa produk UMKM serta kerajinan daerah naik kelas hingga dikenal luas di pasar luar daerah,” ujar Annisa.

Ia menekankan bahwa pengurus Dekranasda tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial seperti pameran dan promosi, tetapi juga harus serius melakukan pembinaan berkelanjutan melalui pelatihan, bimbingan teknis, studi tiru, hingga penguatan pemasaran digital.

Bupati juga meminta Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan untuk mengoptimalkan pemasaran berbasis digital melalui platform online marketplace, sehingga produk UMKM Dharmasraya dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Emir Berprestasi di Nasional, Menuju Ajang Internasional

“Saya ingin melihat tahun depan produk kerajinan dan UMKM Dharmasraya di bawah binaan Dekranasda naik level, tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar luar daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Dharmasraya, Hj. Rafnelly Rafki Marlon, menegaskan bahwa kekayaan sejarah dan keberagaman sosial masyarakat Dharmasraya harus menjadi kekuatan utama dalam membangun ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Menurutnya, potensi besar Dharmasraya dapat dikembangkan melalui berbagai sektor strategis, seperti pusat produksi batik dan konveksi terpadu, pengolahan limbah lidi sawit menjadi produk kriya bernilai ekspor, pembangunan galeri UMKM, rest area premium jalur lintas Sumatera, hingga wisata edukasi budaya seperti galeri belajar membatik dan menenun.

Baca Juga: Pemko Padang Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Bencana November 2025

Rafnelly juga menekankan pentingnya kemandirian finansial organisasi. Dekranasda, katanya, harus memiliki unit usaha produktif agar tidak sepenuhnya bergantung pada dana hibah APBD.

“Dekranasda bukan lagi sekadar organisasi ‘tukang buat acara’, tetapi harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” tegas Rafnelly.

Ia juga mendorong penguatan jasa desain, branding produk, sertifikasi, dan kurasi kemasan agar UMKM Dharmasraya memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar modern.

Baca Juga: Remaja dan Bahaya Krisis Identitas

Pelantikan Pengurus Dekranasda Kabupaten Dharmasraya periode 2025–2030 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, organisasi perempuan, dunia perbankan, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Dengan strategi pembinaan yang terarah, digitalisasi pemasaran, serta pengembangan produk unggulan berbasis budaya lokal, Dharmasraya optimistis mampu menjadikan sektor kerajinan dan UMKM sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. (ita)

Editor : Adetio Purtama
#Dekranasda Dharmasraya #kerajinan lokal #Pemkab Dharmasraya #Kembangkan UMKM