Aset tumbuh, kredit meningkat, dan laba pun naik. Itulah gambaran kinerja PT BPR Cempaka Mitra Nagari sepanjang tahun buku 2025. Total aset tercatat sebesar Rp 15,46 miliar, realisasi kredit Rp 11,75 miliar, dana pihak ketiga Rp 9,34 miliar, serta laba bersih usaha mencapai Rp 1,21 miliar.
Laporan : Two Efly
Ada fakta menarik saat menelisik kinerja PT BPR Cempaka Mitra Nagari. Pada tahun buku 2025, BPR ini mampu mencatatkan pertumbuhan positif pada seluruh indikator kinerja, mulai dari aset, kredit, dana pihak ketiga, hingga laba.
“Alhamdulillah , kerja keras bersama berbuah manis. Seluruh indikator usaha bertumbuh dengan baik. Total aset Rp 15,46 miliar, realisasi kredit Rp 11,75 miliar, dan dana pihak ketiga Rp 9,34 miliar. Sementara itu, laba bersih usaha meningkat dari Rp 991 juta pada 2024 menjadi Rp 1,21 miliar pada 2025. Seluruh indikator ini tumbuh dua digit secara year on year,” ujar Direktur Utama PT BPR Cempaka Mitra Nagari Fenorika kepada Padang Ekspres.
Menurut Rika, pertumbuhan kinerja tahun buku 2025 tidak terlepas dari kerja keras dan kerja cerdas tim dalam memaksimalkan potensi yang ada, baik dalam menghimpun dana maupun menyalurkan kredit. Selain itu, pengendalian dan evaluasi yang berjalan baik juga berdampak pada efisiensi biaya serta peningkatan laba.
Aset dan Dana
Berdasarkan laporan keuangan publikasi PT BPR Cempaka Mitra Nagari tahun 2025, total aset tercatat sebesar Rp 15,46 miliar atau tumbuh 21,73 persen secara year on year.
Pertumbuhan aset ini seiring dengan membaiknya fungsi intermediasi, baik dalam menghimpun dana maupun menyalurkan kredit.
Total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun selama tahun 2025 tercatat Rp 9,34 miliar atau tumbuh 11,19 persen secara year on year. Dana tersebut terdiri dari tabungan sebesar Rp 2,88 miliar dan deposito sebesar Rp 6,46 miliar.
Kredit dan Pendapatan
Sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga, realisasi kredit PT BPR Cempaka Mitra Nagari juga menunjukkan tren positif. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp 11,75 miliar atau tumbuh 14,07 persen secara year on year, sekaligus melampaui target Rencana Bisnis Bank (RBB).
Ekspansi kredit tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan. Pendapatan bunga tercatat Rp 3,01 miliar atau tumbuh 33,77 persen. Sementara itu, pendapatan lainnya mencapai Rp 480 juta atau tumbuh 95,91 persen secara year on year.
“Total pendapatan operasional yang dibukukan sebesar Rp 3,49 miliar atau tumbuh 40,16 persen secara year on year . Capaian ini juga melampaui target RBB tahun 2025,” ungkap Rika.
BOPO, ROA, dan Laba
Selain mencatatkan pertumbuhan usaha, manajemen PT BPR Cempaka Mitra Nagari juga berhasil meningkatkan kualitas aktiva produktif.
Sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, di antaranya rasio Return on Assets (ROA) sebesar 8,90 persen dan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 65,09 persen. Capaian BOPO ini tergolong sangat baik untuk industri BPR.
“Pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan operasional, serta biaya yang terkendali memberikan dampak positif terhadap laba. Laba bersih usaha meningkat dari Rp 991 juta pada 2024 menjadi Rp 1,21 miliar pada 2025, atau tumbuh 22,09 persen secara year on year ,” jelas Rika.
Berdasarkan data Padang Ekspres , PT BPR Cempaka Mitra Nagari merupakan salah satu BPR yang beroperasi di Kota Padang. Dalam tiga tahun terakhir, BPR ini konsisten mencatatkan pertumbuhan kinerja, baik dari sisi aset maupun laba.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Semoga pada 2026, BPR Cempaka Mitra Nagari dapat tumbuh lebih baik lagi,” tutup Rika. (*)
Editor : Adriyanto Syafril