Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pangan Murah Tekan Inflasi jelang Idul Adha

Yoni Syafrizal • Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:30 WIB
Terlihat Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, saat meninjau komoditas bawang merah dan telur yang dijual di pasar murah. (YONI SYAFRIZAL/PADEK)
Terlihat Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, saat meninjau komoditas bawang merah dan telur yang dijual di pasar murah. (YONI SYAFRIZAL/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Camat Koto XI Tarusan, Jumat (22/5).

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim, tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus untuk mengendalikan inflasi di daerah.

Hadir dalam kegiatan itu Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hadi Susilo, Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Yusma Joyo, Kepala Bagian Perekonomian Dailipal, Camat Koto XI Tarusan Nurlaini, serta sejumlah pejabat eselon II dan III lainnya.

Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim, menyampaikan bahwa pemerintah daerah melaksanakan kegiatan tersebut untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang hari raya.

“Gerakan pangan murah ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Risnaldi.

Ia menjelaskan, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut karena harga komoditas yang dijual lebih rendah dibandingkan harga pasar. Ia mencontohkan harga cabai dalam kegiatan itu lebih murah sekitar Rp8.000 dari harga pasaran.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki kondisi perekonomian masyarakat Pesisir Selatan yang saat ini masih berada pada posisi kedua dari bawah di tingkat provinsi. Menurutnya, upaya pengendalian inflasi harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat melalui berbagai program, termasuk gerakan pangan murah ini,” tegasnya.

Risnaldi juga menilai Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan. Ia menyebut pemanfaatan lahan secara optimal dapat membantu menekan ketergantungan terhadap pasar.

Ia mengakui sebagian masyarakat masih belum memanfaatkan lahan yang tersedia secara maksimal, sehingga sejumlah kebutuhan pangan seperti serai, kunyit, dan sayuran masih bergantung pada pasokan pasar.

 

“Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan pemanfaatan lahan agar kebutuhan pangan bisa dipenuhi secara mandiri,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Risnaldi juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program pengendalian inflasi.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Bulog Wilayah Sumbar, Bank Nagari Cabang Pembantu Tarusan, produsen bahan pokok, serta petani lokal.

“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kecamatan Bayang dan IV Jurai. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus melanjutkan program tersebut di wilayah lainnya.

“Kegiatan ini akan terus kita lanjutkan agar stabilitas harga pangan tetap terjaga,” katanya.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pessel, Andi Syafinal, menjelaskan bahwa GPM bertujuan meningkatkan keterjangkauan pangan bagi masyarakat menjelang Idul Adha. Program ini juga memperkuat distribusi pangan di daerah.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok di tengah masyarakat.

“Gerakan pangan murah ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam menghadirkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Andi merinci sejumlah komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut, antara lain beras SPHP 5 kilogram seharga Rp60.000, minyak goreng Rp15.500, telur Rp49.000, cabai Rp40.000, bawang merah Rp23.000, dan kentang Rp11.000.

Ia menyebutkan harga tersebut relatif lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Harga yang ditawarkan lebih rendah dari pasar, sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan lebih hemat,” tambahnya.

Selain bahan pokok, kegiatan tersebut juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. (yon)

Editor : Adriyanto Syafril
#pangan murah Iduladha #pangan murah