KEBERADAAN masjid saat ini tak hanya mendatangkan ketenangan batin bagi siapa saja yang beribadah di dalamnya. Kemegahan bangunan masjid menggunakan gaya arsitektur kontemporer, hiasan, ukiran, hingga interior masjid yang unik juga berhasil membuat banyak orang berdecak kagum.
Di Indonesia yang mayoritas beragama Islam, wisata religi sambil mengagumi keindahan arsitektur masjid mulai menarik perhatian masyarakat luas. Sehingga di berbagai daerah saat ini banyak dibangun masjid bergaya arsitektur megah dan dijadikan destinasi wisata religi.
Di Agam misalnya, baru-baru ini selesai dibangun masjid yang digadang akan menjadi ikon wisata religi di kabupaten itu.
Layaknya Masjid Samudra Ilahi atau Masjid Terapung di Pesisir Selatan, Agam punya Masjid Sirah yang juga berdiri megah di bibir pantai.
Berada di wilayah pesisir pantai Tiku, Masjid Sirah terlihat sangat indah dengan perpaduan warna putih berkubah merah bercorak keemasan. Bangunan masjid ini akan lebih menawan terlihat saat matahari terbenam dengan semburat jingga langit dan laut biru yang mempesona.
Pemakaian Masjid Sirah baru saja diresmikan Bupati Agam Andri Warman pada 3 Maret 2024 lalu ditandai dengan pemotongan pita. Bupati meyakini, Masjid Sirah tak kalah menarik perhatian dengan masjid ikonik dari daerah lain.
“Saya terinspirasi dari masjid di Pasirpengaraian. Padang ada Masjid Al Hakim, Pesisir Selatan ada Masjid Terapung. Maka di Agam ada Masjid Istiqomah atau yang kita branding sebagai Masjid Sirah,” katanya.
Tak ada makna mendalam dari arsitektur masjid ini. Penekanannya hanya pada kemegahan bangunannya dan warna kubahnya yang merah alias sirah. Tagline sirah ini yang dijadikan sebagai daya jual dari Masjid Sirah, sesuai dengan bendera Agam berwarna sirah atau merah.
Menurut bupati, dibangunnya Masjid Sirah di kawasan pesisir Pantai Tiku ini diharapakan memberikan multiplier effect yang muaranya dapat lebih menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah pesisir tersebut. Selain untuk memperkuat syiar Islam kata bupati, juga sebagai bagian dari upaya bagaimana Tanjungmutiara menjadi tujuan utama bagi wisatawan.
“Saat ini, pembangunan Masjid Sirah sudah terwujud. Ini akan kita jadikan ikon wisata daerah. Branding-nya nanti, belum ke Agam jika tak ke Masjid Sirah,” tutur bupati.
Asisten Bidang Pembangunan Setkab Agam yang juga Panitia Pembangunan Masjid Sirah, Jetson menyampaikan, pembangunan Masjid Sirah menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah daerah yang masuk dalam RPJMD 2021-2026. Proses perencanaan pembangunannya telah berlangsung sejak 2022 lalu.
“Pada proses perencanaan, disepakati lokasi pembangunan masjid berada di kawasan wisata Pantai Tiku, persisnya di Muaro Mati, Nagari Tiku Selatan. Dalam prosesnya kami melibatkan ninik mamak, seperti proses penyerahan tanah,” ujarnya.
Kemudian lanjutnya, proses perencanaan dilanjutkan dengan penyusunan master plan kawasan Pantai Tiku hingga proses penganggaran di Dinas PUTR Agam. Tahun 2023 masuk tahapan pelaksanaan dan pembangunan masjid ikonik ini menelan dana hingga Rp 10,5 miliar. Proses pembangunan masjid berlangsung selama 210 hari, selesai pada 25 Desember 2023.
“Tahun 2024 ini, sesuai arahan bupati tetap dilakukan penyempurnaan, seperti pengerjaan landscape masjid, jalan dan jembatan untuk akses menuju masjid. Kami berharap, masyarakat dan wisatawan dapat menjaga masjid yang telah dibangun ini ke depannya,” katanya.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Agam Edi Busti menambahkan, pengembangan kawasan Pantai Tiku sebagai destinasi wisata terpadu dari wisata bahari dan religius masih akan berlanjut. Tokoh masyarakat setempat telah menyediakan lahan sekitar 23 hektar dan baru sekitar 3 hektar dimanfaatkan untuk lokasi Mesjid Sirah.
“Rencana pembangunan tidak sebatas masjid ini saja, namun secara berkelanjutan hingga 2025 mendatang. Tahun 2023 merupakan pembangunan tahap pertama berupa bangunan masjid, tempat wudhu dan lokasi parkir,” jelasnya.
Tahun ini, giliran akses dari Jalan Raya Tiku menuju masjid yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp 10 miliar. Jalan yang dibangun sepanjang 2 kilometer dengan titik jalur di pinggiran kawasan Muaromati, selain itu juga dibangun jembatan yang melintasi Muaromati hingga bisa sampai ke Masjid Sirah.
Tahap selanjutnya sampai 2025, pembangunan menara masjid dan pengembangan kawasan sekitar masjid sehingga menjadi kawasan wisata terpadu. Total anggaran yang dibutuhkan akan mencapai Rp 60 miliar.
Harapan Baru
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Tiku Selatan, A Rangkayo Basa mengatakan, pendirian Masjid Sirah telah melalui musyawarah mufakat para ninik mamak dan tokoh masyarakat. Ia menyebut, kehadiran masjid ini merupakan bentuk perhatian kepala daerah kepada warganya.
“Maka kami atas nama masyarakat Tiku mengucapkan terima kasih atas atensi bupati kepada daerah kami, khususnya di sektor wisata,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan meramaikan Masjid Sirah untuk beribadah. Di lain sisi, keberadaan Masjid Sirah menjadi harapan baru bagi masyarakat Tanjungmutiara.
Dalam sebuah wawancara, beberapa warga menyampaikan harapan mereka terhadap kehadiran Masjid Sirah. Masyarakat menganggap, keberadaan Masjid Sirah sebagai momentum penting dalam mengangkat potensi wisata dan spiritualitas di daerah tersebut.
“Semoga masjid ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi tempat yang memancarkan kedamaian dan keindahan serta kebangkitan ekonomi masyarakat,” ujar salah seorang warga, Siti Rahmah. (PUTRA SUSANTO----Agam)
Editor : Novitri Selvia