MEGAH dan kokoh. Begitu kesan setiap orang yang melihat masjid di komplek Islamic Center Padangpanjang yang berdiri pada kemiringan perbukitan di Selatan kota berjuluk Serambi Mekkah itu.
Namun dipaksa kondisi alam tersebut, site plan yang diterapkan justeru membuat bangunan tiga lantai itu menjadi kokoh.
Islamic Centre Padangpanjang merupakan proyek multiyear APBD 2016 dan 2017 sebesar Rp 66.200.000.000 pada masa kepemimpinan wali kota Hendri Arnis dan wakil wali kota Mawardi. Perencanaannya, selain Masjid Agung Manarul ‘Ilmi, juga meliputi gedung sosial budaya, wisma (business center), gedung serbaguna dan area manasik haji.
Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Padangpanjang, Reynol menyebut Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre secara konsep arsitekturnya merupakan bentuk perpaduan. Baik pada konsep arsitektur, maupun pada konsep fasad bangunan.
Dengan ini mempertontonkan ciri khas tradisional Minangkabau tanpa mengabaikan kesan modern dam kemajuan zaman. Bentuk bangunan memakai elemen-elemen bangunan tradisional, diantaranya dapat dilihat dengan terdapatnya ukiran sebagai komposisi rumah gadang pada pintu dan ornamen interior masjid.
Demikian juga halnya pada konsep bangunan, Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre merupakan perpaduan fasad bangunan masjid di Timur Tengah, seperti Mesjid Nabawi dan Majidil Haram di Mekkah. “Masjid ini juga memiliki sejumlah bangunan pendukung.
Diantaranya didukung fasilitas pelataran luas seperti di Masjid Mabawi yang dapat digunakan jemaah masjid dalam berbagai kegiatan religi. Konsep menara yang mengelilingi masjid, juga menggambarkan facade majid di Timur Tengah,” terang Reynol baru-baru ini.
Kesan modern Masjid Agung Manarul ’Ilmi Islamic Centre terasa makin lengkap, dengan berdirinya monumen Al Quran yang dilingkari taman bunga nan tertata rapi. Replika Al Quran raksasa, terbuat dari material tembaga dengan berat mencapai 250 kilogram di atas tiang penyangga setinggi 7 meter.
Demikian juga daya tarik bangunannya, Islamic Center memang tampak sangat mengagumkan. Selain memiliki empat menara yang menjulang tinggi di setiap sisinya, masjid ini juga dikelilingi deretan gerbang berbentuk melingkar.
Masjid ini memiliki empat kubah kecil dan satu kubah besar yang berlapiskan tembaga. Demikian juga sejumlah ornamen di dalam masjid juga berlapiskan tembaga, sehingga menambah kesan mewah dan modern.
“Masjid ini memiliki halaman dan ruangan shalat yang luas, dengan lantai marmer, berkapasitas 4.000 orang. Ruang utamanya terdiri dari dua lantai, dengan interior ruangan berhias lampu kristal besar yang menggantung tinggi di tengah kubah,” pungkas Reynol.
Memukau
Kemegahan Islamic Center yang merupakan ikon Kota Serambi Mekkah itu, tidak hanya isapan jempol belaka. Banyak pengunjung dari luar kota hingga provinsi tetangga, berkunjung berulang kali untuk menikmati kenyamanan di kawasan wisata religi tersebut.
Salah satunya warga Pekanbaru, Rahmadi, 43.
Dia mengaku telah berkunjung setidaknya tiga kali sejak viralnya masjid agung di kota sejuk itu. Setiap melintas di Padangpanjang, selalu mampir ke Islamic Center untuk melaksanakan ibadah Shalat Zuhur atau Ashar.
“Masjid ini tidak hanya memiliki banyak spot berfoto, secara umum sangat memukau bagi kami sekluarga. Selain nyaman saat beribadah karena karpetnya yang tebal, interior masjidnya sangat mewah dan memberikan kesan modern,” jawab Rahmad saat bersama isteri dan dua anaknya, usai ibadah Ashar beberapa hari lalu di Islamic Center.
Serupa halnya disampaikan Yulia Rahmah, 34. Keindahan masjid sudah didapatkannya sejak dari pekarangan, berupa taman bunga dan prasasti Alquran raksasa. Menjadi lengkap saat berada di dalamnya dengan pemandangan interior mewah.
“Dari luar kita bisa melihat taman yang terawat, prasasti Alquran raksasa dan pintu masjid yang mewah dalam ukuran besar. Kemudian di dalam masjid, sekeliling pemandangan tampak kaligrafi serta ukuran yang mewah dan terdapat lampu kristal di tengah masjid. Intinya, masjid ini nyaman, indah dan megah,” pungkas Yulia. (YUWARDI TANJUNG----Padangpanjang)
Editor : Novitri Selvia