Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Masjid Al Khair Dalam Perpaduan Timur Tengah dan Turki: Jamaah Datang Dengan Bus, Dipakai Foto Prewedding 

Novitri Selvia • Kamis, 28 Maret 2024 | 10:54 WIB

TAMPUNG 1600 JAMAAH: Perpaduan antara ciri khas Turki dan Timur Tengah membuat Masjid Al Khair Tampak megah berdiri kokoh.(SUYUDI/PADEK)
TAMPUNG 1600 JAMAAH: Perpaduan antara ciri khas Turki dan Timur Tengah membuat Masjid Al Khair Tampak megah berdiri kokoh.(SUYUDI/PADEK)
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk orang datang ke masjid. Selain ibadah, ada juga kegiatan-kegiatan sosial agama dan kemasyarakatan. Tapi bentuk atau desain masjid pun kerap mengundang orang untuk mendatanginya.

NAH, salah satu masjid di Padang ini memiliki desain bangunan yang menarik. Yakni Masjid Al Khair di Kelurahan Tanah Sirah Piai Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung. Masjid ini diresmikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan hari Sabtu (16/12/2023).

Desainnya terinspirasi dari masjid-masjid yang berada di Turki. Secara visual berwarna putih dengan gabungan corak emas di beberapa sudut ornamen penghiasnya. Itu menimbulkan kesan mewah dan modern.

Pengawas Lapangan Masjid Al Khair Suci Kurnia Ilahi mengatakan, Al Khair perpaduan ciri khas masjid di Turki dengan Masjid Nabawi. Luas bangunanya sekitar 1200 meter persegi. Daya tampungnya bisa mencapat 1600 jamaah.

Pilihan desain dari Masjid Al Khair tak lepas dari ide M Asli Chaidir yang membangun masjid tersebut. “Saat berkunjung ke beberapa negara, bapak Asli Chaidir mengambil refrensi untuk desain arsitektur dari masjid ini,” katanya, beberapa waktu lalu.

Masjid Al Khair memiliki empat buah menara besar dan disertai dengan beberapa menara kecil. Lalu ada beberapa kubah kecil di bagian atas masjid. Inspirasinya dari masjid yang berada di Turki.
Tak kalah eloknya, di bagian dalam juga terdapat ornamen-ornamen yang kental akan nuansa perpaduan Masjid Nabawi dan Turki. 

“Di pintu masuk masjid sendiri itu terinspirasi dari Masjid Nabawi. Sedangkan untuk di bagian dalam ada bagian kubah yang serupa dengan masjid-masjid di Turki. Di bagian kubah itu sendiri juga dilengkapi dengan tulisan 99 Asmaul Husna,” terangnya.

Seperti masjid pada umunya, Al Khair juga dilengkapi beberapa fasilitas yang mumpuni. Seperti pendingin ruangan. Jumlah ada sekitar 6 unit AC standing dan 4 unit AC dinding. Di bagi masing-masing dua di lantai bawah dan dua di lantai atas.

Selain itu dilengkapi dengan fasilitas sanitasi, mulai dari tempat berwudhu yang di samping masjid dan kamar mandi di belakang. Sehingga masyarakat dapat nyaman untuk berada di Masjid Al Khair.

Keelokan Masjid Al Khair sendiri menjadikan masjid tersebut acap dikunjungi masyarakat. Baik dari kota Padang sendiri maupun dari luar kota. “Beberapa kali masjid didatangi jamaah dengan bus pariwisata dari berbagai daerah. Tidak hanya itu. Terkadang masyarakat juga kerap meminta izin untuk melakukan sesi foto prewedding dengan berlatarkan Masjid Al Khair,” ujarnya.

Suci mengatakan, ke depannya Masjid Al Khair akan terus dilengkapi dengan fasilitas lain. Seperti pondok tahfidz, serta aula yang akan terus dikembangkan sembari melengkapi kebutuhan masyarakat yang ingin beribadah di Masjid Al Khair.

Beberapa masyarakat yang singgah untuk beribadah ke Masjid Al Khair merasa kagum dengan keelokan Masjid tersebut. Seperti Adrizon, 62. Dia menilai Masjid Al Khair selain indah juga nyaman untuk beribadah.

“Masjid yang cukup indah dengan perawakan yang sangat elok. Ditambah lagi faslitasnya cukup mempuni sehingga merasa nyaman ketika beribadah apalagi seperti di bulan Ramadhan seperti saat sekarang ini,” ucapnya.

Hal yang sama juga disampaiakn Yurnalis, 57. Katanya, Dengan perawakan Masjid Al Khair yang megah tersebut tentunya dapat menjadi salah satu destinasi kunjungan wisata religi di Kota Padang. (y)
 

 

Editor : Novitri Selvia
#Masjid Al Khair #Perpaduan Timur Tengah dan Turki #M Asli Chaidir #Tanah Sirah Piai Nan XX