Guru Bahasa Inggris di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Tapanuli Tengah ini resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada seleksi 2024.
Pelantikan dilangsungkan di Aula Bahriyatul Ulum Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada 26 Mei 2025.
Hafsah merupakan tenaga honorer dari kategori Eks Tenaga Honorer Kategori II (THK-II) yang telah mengabdi selama dua dekade.
Ia mulai mengajar sejak tahun 2003 di MTs Swasta, lalu mengabdi di MTsN 1 Tapanuli Tengah sejak 2005.
Selama perjalanan kariernya, Hafsah telah mengikuti berbagai seleksi—5 kali tes CPNS, 1 kali seleksi pengangkatan CPNS, dan 4 kali tes PPPK—namun baru berhasil pada seleksi terakhir ini.
“Saya sangat bersyukur atas karunia ini. Perjuangan saya selama ini akhirnya terbayar,” ucap Hafsah di Barus, Senin (2/6/2025).
Selama bertahun-tahun, Hafsah adalah satu-satunya guru Eks THK-II yang tersisa di MTsN 1 Tapanuli Tengah.
Dari enam orang yang awalnya ada, empat lulus PPPK pada tahun 2022, dan satu lagi menyusul pada 2023.
Keadaan tersebut sempat membuatnya kehilangan kepercayaan diri, bahkan hampir menyerah ketika tidak ada kepastian mengenai seleksi lanjutan.
Namun, dorongan dari rekan-rekan sejawat dan keluarga besar MTsN 1 Tapanuli Tengah membangkitkan semangatnya untuk terus mencoba.
Menurut Hafsah, menjadi guru adalah panggilan jiwa yang diwarisi dari sang ayah yang juga seorang guru dan tokoh masyarakat di kampungnya.
“Saya memang pernah diajak Ibu untuk menjadi pedagang seperti beliau, tapi hati saya tetap pada dunia pendidikan. Dekat dengan anak-anak dan mengajar adalah kebahagiaan tersendiri,” ungkapnya.
Sebagai guru honorer, Hafsah menghadapi berbagai tantangan. Honor pertamanya hanya Rp100.000, jumlah yang sangat jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Untuk menambah penghasilan, ia membuka les privat di rumah dan mencari jam tambahan di sekolah swasta.
Program les privatnya disambut baik oleh warga sekitar yang antusias mendaftarkan anak-anak mereka.
Terobosan penting datang pada 2010 saat Hafsah lulus sebagai guru sertifikasi dan menjadi guru impassing setahun kemudian, yang sedikit meringankan beban ekonominya.
Di MTsN 1 Tapanuli Tengah, Hafsah tak hanya mengajar. Sejak 2023, ia juga dipercaya menjadi kepala perpustakaan.
Kepribadiannya yang disiplin, rapi, dan teratur membuat pihak madrasah yakin akan kemampuannya mengelola tanggung jawab tambahan tersebut.
Kontribusinya juga meluas ke masyarakat. Sejak 2014, Hafsah menjabat sebagai Wakil Ketua PKK Kelurahan Pasar Batu Gerigis, mendampingi sang suami yang merupakan sekretaris kelurahan.
Kini sebagai ASN PPPK, Hafsah berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan perannya dalam memajukan pendidikan di MTsN 1 Tapanuli Tengah.
“Saya ingin menerapkan program mahir berbahasa Inggris dalam daily conversation kepada siswa. Semoga progres sederhana ini bisa berkembang menjadi budaya bahasa sehari-hari di madrasah,” tutup ibu satu anak tersebut.(*)
Editor : Heri Sugiarto