SSHP merupakan program bergengsi yang mempertemukan pelajar berprestasi dari berbagai negara. JST sendiri merupakan lembaga nasional milik pemerintah Jepang yang fokus dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui program SSHP, JST memberikan kesempatan kepada siswa-siswi unggulan dari seluruh dunia untuk memperluas wawasan, belajar langsung dari ilmuwan ternama, serta mempererat kerja sama internasional dalam dunia pendidikan sains.
Naisya sebelumnya meraih medali emas pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024. Berkat prestasi tersebut, ia diundang oleh Direktorat SMA Kementerian Pendidikan untuk mengikuti seleksi program tersebut.
” Tahun ini, peserta yang diseleksi berasal dari kalangan siswa berprestasi nasional seperti medalis OPSI dan Duta SMA. Dari hasil seleksi, dipilih lima siswa yang mewakili Indonesia, dan saya salah satunya,” ujar Naisya, belum lama ini.
Selama sepekan di Jepang, Naisya dan delegasi Indonesia lainnya mengikuti berbagai kegiatan ilmiah yang padat. Para peserta mendapatkan kuliah singkat dari profesor-profesor dan ilmuwan ternama, termasuk Prof. Takaaki Kajita, peraih Nobel Fisika yang dikenal atas kontribusinya dalam bidang neutrino.
Tak hanya itu, mereka juga mengunjungi beberapa universitas ternama di Jepang seperti University of Tokyo dan Tokyo Institute of Technology. Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak untuk mengenal lebih dalam sistem pendidikan tinggi di Jepang serta fasilitas-fasilitas riset yang canggih.
”Kami juga berkesempatan mengunjungi Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), Museum Ilmu Pengetahuan Masa Depan (Miraikan), Advanced Industrial Science and Technology (AIST) dan Japan Student Services Organization,” terang Naisya.
Selain itu, para peserta juga bekerja sama dengan siswa-siswi Jepang serta delegasi dari negara lainnya untuk membuat proyek ilmiah bersama. Kolaborasi lintas negara ini menjadi sarana pertukaran budaya dan ilmu pengetahuan yang berharga.
Ketika ditanya mengenai ilmu dan pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti program, Naisya menjawab bahwa kedisiplinan dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pelajar Jepang sangat menginspirasinya.
”Yang paling menonjol dari siswa Jepang adalah pendidikan karakter mereka yang sudah dibentuk sejak kecil. Disiplin, kerja keras, serta toleransi menjadi hal yang sangat saya kagumi dan saya rasa patut ditiru oleh kita di Indonesia, khususnya oleh siswa di Kota Padang,” ungkapnya.
Menurut Naisya, program ini bukan hanya memperluas wawasan di bidang sains dan teknologi, tetapi juga mengajarkannya pentingnya softskill dalam menghadapi tantangan masa depan. ”Disiplin, kerja keras, pantang menyerah, serta mencintai ilmu dan riset itu yang akan saya terapkan untuk pembelajaran di sekolah. Semangat belajar dan keingintahuan tidak boleh padam,” katanya penuh semangat.
Naisya mengaku ketertarikannya terhadap sains sudah muncul sejak kecil. Ia mulai mengikuti Olimpiade Sains sejak duduk di bangku sekolah dasar, dan mulai mendalami riset sejak SMP. Meski memiliki jadwal padat, ia tetap mampu menyeimbangkan kegiatan akademik dan risetnya.
”Membagi waktu memang tidak selalu mudah, tapi saya berusaha menyelesaikan tugas sekolah sepulang sekolah. Setelah itu baru saya fokus ke pelajaran olimpiade dan riset. Saya juga memanfaatkan waktu libur untuk mendalami bidang yang saya minati,” tutur Naisya.
Ia juga memberikan motivasi kepada teman-temannya agar tidak mudah menyerah dalam meraih mimpi. ”Everything is possible. Selama kita berusaha, konsisten, disiplin, gigih, dan pantang menyerah, apa pun bisa kita capai,” pesan Naisya.
Lahir dari keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan, Naisya mendapatkan dukungan penuh dari orang tuanya. Ayah dan ibunya yang berprofesi sebagai dokter selalu mendukung minat dan bakat Naisya di bidang sains.
Ke depan, Naisya berharap bisa terus berkontribusi di dunia riset dan teknologi, serta menjadi ilmuwan yang mampu membawa perubahan positif bagi Indonesia. Ia juga bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri, salah satunya di Jepang, negara yang telah memberinya inspirasi besar melalui program SSHP ini. (cr1)
Editor : Eri Mardinal