Setelah menempuh waktu sekitar 34,5 jam perjalanan darat, rombongan tiba di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang pada Rabu malam (10/9/2025).
Puluhan orang dalam rombongan ini terdiri dari keluarga, saudara, dan teman dekat Dr Aqua yang selama ini sudah dianggap bagian dari keluarga besar.
Mereka memilih menempuh perjalanan darat menggunakan bus dari Jakarta ke Padang, sementara sebagian lainnya berangkat dengan pesawat dan bergabung di Sumbar.
Persiapan Pulang Basamo Sejak Sebulan Lalu
Aqua menceritakan, agenda Pulang Basamo ini telah dipersiapkan sejak sekitar satu bulan sebelumnya.
Sebuah tim kecil yang beranggotakan Ikhsyat Syukur, dan Indrawilis menyusun detail perjalanan mulai dari keberangkatan, akomodasi di jalan, agenda di Sumbar, hingga kepulangan ke Jakarta.
Untuk memastikan kelancaran, Indrawilis berangkat lebih awal pada Jumat (5/9/2025).
Ia meninjau langsung lokasi penginapan, transportasi, serta destinasi yang akan dikunjungi rombongan.
Hasil pengecekan dilaporkan setiap hari melalui grup WhatsApp. Diskusi dilakukan bersama Aqua dan Ikhsyat sebelum keputusan akhir ditetapkan.
Keberangkatan dari Jakarta
Rombongan utama berangkat dari Terminal Pondok Pinang, Jakarta pada Rabu pagi (10/9/2025) pukul 10.00 WIB menggunakan bus Al Hijrah K 7780 QC.
Sebagian peserta bergabung dari Terminal Kampung Rambutan, Pondok Pinang, dan Poris Tangerang.
Meski jumlah rombongan mencapai puluhan orang, suasana perjalanan tetap penuh semangat.
Di antara rombongan, ada sosok istimewa, Zainal Usman 93, yang dengan penuh semangat turut serta. Kehadirannya menjadi inspirasi hidup, bahwa cinta pada kampung halaman tak mengenal usia.
“Beliau justru paling bersemangat,” ujar salah satu panitia sambil tersenyum. “Semangat beliau menular ke kami semua.”
Di dalam bus, perbincangan akrab antar peserta mencairkan batas usia dan latar belakang. Tawa, kisah masa kecil, hingga nostalgia masa lalu mengalir, menciptakan ruang hangat penuh kekeluargaan.
“Kami semua sangat mensyukuri dan menikmati kebersamaan selama di perjalanan. Apalagi Pulang Basamo dengan peserta puluhan orang baru pertama kali ini,” ungkap Aqua Dwipayana kepada Padang Ekspres, Senin (14/9/2025).
Menyeberangi Selat Sunda
Menjelang sore, rombongan menyeberangi Selat Sunda menggunakan Kapal Motor Penumpang (KMP) Portlink III milik PT ASDP Indonesia Ferry.
Dari Pelabuhan Merak, Cilegon, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mereka beristirahat sejenak sambil menikmati semilir angin laut dan panorama cakrawala.
“Pemandangannya indah sekali, ini momen langka buat kami,” ujar salah seorang peserta sambil mengabadikan suasana.
Perjalanan Pulang Basamo ini terasa istimewa bukan hanya karena kelancarannya, tetapi juga karena nilai-nilai yang menyertainya: kebersamaan, syukur, dan silaturahmi.
Di tengah kehidupan perkotaan yang serba cepat, perjalanan semacam ini menjadi ruang kontemplasi untuk kembali pada akar dan jati diri.
Dr Aqua, yang sejak awal memotori kegiatan ini, memanjatkan doa penuh harap. “Semoga perjalanannya lancar sampai Bungus, Padang. Seluruh rombongan sehat, semangat, dan mensyukuri kebersamaan Pulang Basamo. Aamiin ya robbal aalamiin,” ucapnya.
Sejumlah peserta menyambut doa itu dengan serempak, “Alhamdulillah.”
“Pemandangannya indah sekali, ini momen langka buat kami,” ujar salah seorang peserta sambil mengabadikan suasana.
Menempuh Puluhan Jam Perjalanan
Rombongan ini menempuh rute darat selama lebih dari 32 jam sebelum akhirnya mendekati Kota Padang.
Jalur yang dilalui kini jauh lebih baik dibanding beberapa dekade lalu, dengan adanya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), termasuk ruas Lampung–Palembang yang hanya ditempuh sekitar empat jam.
Bus terus melaju menembus jalur Trans Sumatera. Kondisi rombongan tetap sehat dan ceria.
Tidak ada tanda-tanda kelelahan yang berarti, meski sebagian besar waktu dihabiskan di dalam kendaraan.
Semangat untuk segera tiba di kampung halaman membuat perjalanan panjang ini tetap terasa ringan.
Tiba di Bungus Teluk Kabung
Sekitar pukul 20.00 WIB, rombongan akhirnya tiba di Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Bus Al Hijrah K 7780 QC yang membawa mereka berhenti tepat di depan rumah keluarga.
Perjalanan ini akan berlanjut hingga tujuan akhir di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.
Begitu sampai di Bungus, rombongan disambut hangat dengan jamuan makan malam khas Minangkabau yang telah disiapkan oleh Afriani dan Dona.
Hidangan yang tersaji antara lain gulai kepala ikan, ikan sala goreng, pucuk ubi rebus, anyang, keripik ikan teri, dan gulai sayur buncir.
“Rezeki kita malam ini makan enak. Setelah menempuh perjalanan dari Jakarta naik bus,” ucap Aqua Dwipayana ketika itu, penuh syukur.
Delapan Hari di Sumatera Barat
Kegiatan Pulang Basamo ini, kata Aqua, berlangsung selama delapan hari, mulai Rabu (10/9/2025) hingga Rabu (17/9/2025).
Agenda utama adalah singgah di kampung halaman Dr Aqua di Bungus, serta mengunjungi sejumlah daerah lain dan destinasi wisata di Sumbar, seperti ke Harau di Kabupaten Limapuluh Kota.
Untuk mendampingi rombongan, Dr Aqua bahkan menunda setidaknya tiga undangan Sharing Komunikasi dan Motivasi di Malang, Jakarta, dan Palembang.
Ia menyampaikan permohonan maaf dan memastikan kegiatan tersebut akan dijadwal ulang setelah kepulangan.(*)
Editor : Heri Sugiarto