Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dari Rumah Bocor, Alamsyur Kini Punya Rumah Layak di Lambung Bukit

Hendra Efison • Selasa, 7 April 2026 | 13:20 WIB
Alamsyur, tukang bangunan di Padang, akhirnya miliki rumah layak dari program bedah rumah Semen Padang, membawa harapan baru keluarga.
Alamsyur, tukang bangunan di Padang, akhirnya miliki rumah layak dari program bedah rumah Semen Padang, membawa harapan baru keluarga.

PAUHDi tengah hamparan sawah yang mulai menguning di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, sebuah rumah sederhana berdiri dengan wajah baru. Pagi itu, Rabu (1/4/2026), rumah tersebut menjadi simbol harapan baru bagi Alamsyur dan keluarganya.

Rumah tipe 36 itu dibangun PT Semen Padang melalui Forum Nagari Kelurahan Lambung Bukit dalam program bedah rumah.

Menggunakan teknologi Semen Padang Bata Interlock atau SEPABLOCK, rumah tersebut dilengkapi satu kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi.

Di depan rumah barunya, Alamsyur tak kuasa menahan air mata. Rasa syukur tergambar jelas di wajah pria berusia 51 tahun itu. “Alhamdulillah, sekarang kami punya rumah yang sangat layak huni,” ujarnya usai serah terima rumah.

Acara tersebut turut disaksikan pihak kelurahan dan tokoh masyarakat, termasuk Ketua LPM Syamsul Bahri serta Ketua Forum Nagari Dedi Azhari. Kehadiran mereka menegaskan bahwa rumah ini merupakan hasil kepedulian bersama.

Bagi Alamsyur, rumah ini bukan sekadar bangunan. Ia menyebutnya sebagai jawaban atas doa panjang yang selama ini ia panjatkan. Selama puluhan tahun, ia bekerja sebagai tukang bangunan harian dengan penghasilan yang tidak menentu.

Baca Juga: Kisah Asyifa Rahma Fiandra, Siswa Pariaman Lolos ITB usai Belajar 5 Jam Sehari

Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tetap berkomitmen menyekolahkan keempat anaknya. “Kalau untuk makan sehari-hari masih bisa kami atur. Tapi untuk biaya sekolah, itu yang paling utama,” katanya didampingi sang istri, Eza Risandi.

Sebelum program bedah rumah, kondisi tempat tinggal mereka jauh dari kata layak. Atap bocor, dinding belum diplester, dan lantai semen kasar membuat rumah terasa lembap dan tidak nyaman.

Bahkan, keluarga ini tidak memiliki kamar mandi dan harus menumpang ke rumah tetangga untuk kebutuhan sanitasi.

Ruang sempit dengan satu kamar digunakan bersama seluruh anggota keluarga. Meski penuh keterbatasan, mereka tetap bertahan sambil menunggu harapan datang.

Harapan itu akhirnya terwujud melalui program bedah rumah PT Semen Padang. Dengan material SEPABLOCK, pembangunan rumah berlangsung lebih cepat dan kokoh. Alamsyur menyaksikan langsung perubahan rumah lamanya menjadi hunian yang layak.

“Rasanya seperti mimpi. Saya yang biasanya membangun rumah orang, sekarang dibangunkan rumah. Terima kasih PT Semen Padang dan Forum Nagari Lambung Bukit,” ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Sumbar Kejar Pajak Air Permukaan Rp1 Triliun dari Sawit

Rumah baru tersebut membawa perubahan besar. Selain memberikan kenyamanan dan keamanan, anak-anaknya kini memiliki ruang belajar yang lebih baik. Fasilitas sanitasi yang layak juga meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Lebih dari itu, rumah ini menghadirkan rasa aman dan martabat. “Rumah ini menjadi tempat kami tumbuh, bermimpi, dan menata masa depan,” kata Alamsyur.

Ke depan, ia berencana menambah ruang secara bertahap dengan memanfaatkan bagian rumah lama yang masih bisa diperbaiki. “Yang penting sekarang sudah ada tempat yang layak untuk kami tinggali,” ujarnya.(*)

Editor : Hendra Efison
#Alamsyur Lambung Bukit #SEPABLOCK #Bedah Rumah Semen Padang #Program CSR Semen Padang