Mengetahui risiko berkendara pada musim hujan dapat membantu meningkatkan kesadaran dan membuat jalan lebih aman.
Beberapa hari terakhir, hujan mengguyur sebagian wilayah di Sumatera Barat sehingga menekankan perlunya pengemudi untuk lebih hati-hati ketika berada di jalan raya.
Masalah ini semakin serius karena kecelakaan yang terjadi saat cuaca hujan menyebabkan banyak cidera dan korban jiwa.
Lantas, apa saja risiko berkendara di musim hujan? Berikut ulasannya seperti yang dikutip dari laman Nits Global pada Kamis (5/12/2024).
- Visibilitas yang Berkurang
Hujan, terutama hujan deras, dapat menyulitkan pengemudi untuk melihat jalan dengan jelas. Hal ini membuat pengemudi lebih sulit untuk melihat kendaraan lain, pejalan kaki, atau potensi bahaya.
Selain itu, pantauan dari lampu kendaraan di jalan yang basah juga dapat memperburuk visibilitas.
- Jarak Pengereman yang Lebih Panjang
Di jalan yang basah dan licin, dibutuhkan waktu lebih lama untuk berhenti sepenuhnya. Ini berarti pengemudi mungkin tidak dapat berhenti tepat waktu untuk menghindari kecelakaan bila harus mengerem secara mendadak.
- Banjir
Banjir yang disebabkan oleh hujan deras dapat menghalangi lalu lintas dan menyulitkan untuk menilai kedalaman genangan air.
Berkendara di area banjir sangat berbahaya karena kendaraan bisa mogok atau terbawa arus. Selain itu, mengemudi melalui genangan air juga dapat merusak komponen listrik dan mesin kendaraan.
- Angin Kencang
Selain hujan, angin kencang juga sering terjadi saat badai, yang dapat menyulitkan kendaraan untuk menjaga keseimbangannya, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi atau jalan yang bertanggul dan jembatan.
Angin kencang juga membuat pengemudi kesulitan mengendalikan kendaraannya sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Bahkan pengemudi berpengalaman pun dapat merasa kesulitan dan berisiko tinggi saat berkendara saat hujan. Jalan yang basah dapat mengurangi visibilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Oleh karena itu, penting untuk mengemudi dengan hati-hati dan menyesuaikan gaya berkendara dengan kondisi cuaca. (*)
Editor : Adetio Purtama