Pada saat itu, mungkin reaksimu hanya menangisi semua yang tengah terjadi, tanpa peduli dampaknya terhadap kesehatan tubuh dan mentalmu.
Kira-kira apa yang terjadi pada pikiran dan tubuhmu ketika kamu patah hati? Seperti yang dikutip dari laman Verywell Mind pada Kamis (26/12/2024), berikut penjelasannya.
Dampak Emosional
Patah hati sering kali dimulai dengan rasa kegagalan dan kekecewaan. Banyak orang merasa kehilangan bagian dari dirinya, seolah-olah harus menyusun ulang identitas mereka yang telah berubah selama hubungan.
Emily Mashburn, LMHC, seorang ahli trauma hubungan, menjelaskan bahwa patah hati berdampak pada aspek emosional, psikologis, dan fisik.
Secara emosional, patah hati sering menimbulkan perasaan penolakan, sakit hati, dan kesedihan yang sulit diproses sembari menjalani aktivitas sehari-hari.
Efek Neurologis
Dr. Sabrina Romanoff, psikolog klinis, menjelaskan bahwa patah hati menyerupai rasa kehilangan orang tercinta.
Dari sudut pandang evolusi, manusia dirancang untuk membentuk ikatan emosional yang kuat demi kelangsungan hidup. Ketika ikatan ini terputus, sistem saraf manusia menjadi tidak stabil, memicu rasa isolasi, penolakan, dan kesepian.
Dampak pada Kesehatan Mental
Melewati patah hati tidak sesederhana melupakan mantan pasangan. Ada banyak lapisan kehilangan yang harus diproses, mulai dari kenangan, harapan, hingga masa depan bersama yang pernah dibayangkan.
Dr. Romanoff menjelaskan bahwa selama proses berduka, seseorang cenderung mengalami penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, hingga penerimaan.
Pikiran yang terus-menerus mengingat masa lalu sering kali membuat seseorang merasa "terjebak"
Dampak Patah Hati terhadap Fisik
Patah hati tidak hanya memengaruhi emosi, tetapi juga memunculkan gejala fisik seperti gangguan tidur, perubahan pola makan, kecemasan, dan kelelahan.
Dr. Romanoff menyebut bahwa proses berduka sering kali dirasakan pada tingkat fisik, seperti kegelisahan atau aktivitas otak yang meningkat.
Gejala fisik ini bisa begitu intens hingga menyebabkan rambut rontok, perubahan berat badan, perubahan hormonal, dan berkurangnya produksi dopamin.
Jika kamu merasa kesulitan melewati patah hati, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.
Terapis dapat membantumu memahami dan menghadapi proses ini dengan cara yang sehat. (*)
Editor : Adetio Purtama