Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mitos vs Fakta: 5 Kesalahpahaman tentang Obesitas yang Harus Kamu Ketahui

Wanda Andita Putri • Selasa, 18 Februari 2025 | 10:47 WIB

Ilustrasi menimbang berat badan.
Ilustrasi menimbang berat badan.
PADEK.JAWAPOS.COM—Tahukah kamu bahwa secara global, WHO memperkirakan sekitar 650 juta orang dewasa di dunia mengalami obesitas?

Meskipun obesitas merupakan kondisi yang banyak dialami manusia, ternyata masih ada kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.

Mitos-mitos ini sering kali memicu stigma sosial yang berdampak negatif pada individu dengan obesitas, terutama dapat memengaruhi kesehatan mental.

Dilansir dari laman Medical News Today pada Selasa (18/2/2025), terdapat lima mitos yang paling umum mengenai obesitas dan fakta dibaliknya, berikut ulasannya.

  1. Untuk Menurunkan Berat Badan, Cukup Makan Lebih Sedikit dan Berolahraga Lebih Banyak

Sebagian besar kasus obesitas memang terjadi karena asupan kalori yang lebih tinggi daripada kebutuhan tubuh dalam jangka waktu yang lama.

Oleh karena itu, banyak metode penurunan berat badan yang berfokus pada pengurangan asupan kalori dan peningkatan aktivitas fisik.

Namun, faktor lain juga turut berperan dalam obesitas, seperti kurang tidur, stres psikologis, nyeri kronis, gangguan hormon, dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Dalam beberapa kasus, makan berlebihan bukanlah penyebab utama obesitas, melainkan gejala dari faktor lain yang mendasarinya.

Selain itu, beberapa faktor ini saling berkaitan dan membentuk lingkaran setan. Misalnya, stres dapat meningkatkan risiko obesitas, sementara obesitas sendiri dapat menyebabkan stres sehingga menimbulkan siklus yang sulit diputus.

Stres juga dapat memengaruhi kualitas tidur, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan.

  1. Obesitas Menyebabkan Diabetes

Obesitas memang merupakan faktor risiko untuk diabetes tipe 2, tetapi bukan penyebab langsungnya.

Tidak semua orang dengan obesitas akan mengalami diabetes tipe 2, dan sebaliknya, tidak semua penderita diabetes tipe 2 mengalami obesitas.

Obesitas juga dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional pada ibu hamil, tetapi tidak berhubungan dengan diabetes tipe 1 yang disebabkan oleh gangguan autoimun.

  1. Orang dengan Obesitas itu Malas

Kurangnya aktivitas fisik memang dapat berkontribusi pada obesitas, tetapi menganggap bahwa semua orang dengan obesitas malas adalah pandangan yang keliru.

Sebuah studi tahun 2011 mengukur aktivitas fisik 2.832 orang dewasa dengan akselerometer selama empat hari.

Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun orang dengan berat badan lebih tinggi cenderung memiliki jumlah langkah harian yang lebih sedikit, perbedaannya tidak terlalu signifikan, terutama pada wanita.

Selain itu, ada banyak faktor lain yang dapat membatasi aktivitas fisik seseorang, seperti kondisi medis tertentu, gangguan kesehatan mental yang memengaruhi motivasi, atau rasa tidak percaya diri karena stigma sosial terhadap obesitas.

  1. Obesitas Itu Keturunan

Genetika memang berperan dalam obesitas, tetapi tidak secara langsung menentukan apakah seseorang akan mengalami obesitas atau tidak.

Penelitian pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah menunjukkan bahwa faktor genetik memang berpengaruh terhadap indeks massa tubuh.

Namun, penelitian terbaru juga menemukan bahwa lingkungan dan gaya hidup memainkan peran besar dalam menentukan risiko obesitas seseorang.

Selain itu, meskipun seseorang memiliki gen yang meningkatkan risiko obesitas, perubahan gaya hidup yang sehat tetap dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya obesitas.

  1. Obesitas tidak Berdampak pada Kesehatan

Ini adalah mitos. Obesitas telah terbukti meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, osteoartritis, apnea tidur, serta beberapa gangguan kesehatan mental.

Namun, penurunan berat badan meskipun hanya 5–10% dari total berat badan dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan, seperti meningkatkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar gula darah.

Obesitas adalah kondisi yang kompleks dan sering kali disertai dengan stigma yang merugikan.

Mengedukasi masyarakat tentang fakta-fakta terkait obesitas dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dan mendukung individu dengan obesitas untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. (*)

Editor : Adetio Purtama
#who #mitos tentang obesitas #fakta tentang obesitas #obesitas