Bukan karena kamu tidak peduli, tapi karena beberapa kesalahan ini terlihat sepele, padahal efeknya dalam banget. Dikutip dari laman Geediting pada Rabu (7/5/25), berikut delapan kesalahan sederhana yang sering dilakukan orang tua dan bisa diam-diam meruntuhkan harga diri si kecil.
- Memberi Pujian Berlebihan
Pujian itu penting, tapi terlalu sering memuji tanpa alasan yang jelas malah bisa bikin anak jadi bergantung pada validasi dari luar.
Mereka bisa merasa harus selalu sempurna, dan ini justru menumbuhkan rasa cemas dan ragu terhadap diri sendiri. Lebih baik, pujilah usaha mereka, bukan hasilnya. Fokus pada progres, bukan kesempurnaan.
- Suka Membandingkan Anak
Kalimat seperti “Coba deh kayak kakakmu” atau “Temenmu aja bisa, masa kamu nggak?” kelihatan biasa, tapi bisa melukai harga diri anak. Setiap anak itu unik, punya kelebihan dan kekurangan sendiri.
Daripada membandingkan, dorong mereka untuk bersaing dengan diri mereka sendiri dan rayakan kemajuan kecil yang mereka capai.
- Takut Membiarkan Anak Gagal
Kalau kamu terlalu sering menyelamatkan anak dari kegagalan, mereka nggak akan belajar cara bangkit saat jatuh. Padahal, belajar dari kegagalan adalah kunci membentuk ketangguhan dan kepercayaan diri. Dukung mereka saat gagal, beri ruang untuk belajar, dan bantu mereka bangkit dengan pelan-pelan.
- Meremehkan Minat Anak
Kalau anakmu lagi suka dinosaurus atau robot, jangan langsung bilang itu nggak penting. Ketika kamu meremehkan ketertarikan mereka, mereka bisa merasa bahwa pendapat dan minat mereka nggak dihargai.
Sebaliknya, tunjukkan rasa penasaranmu juga. Tanyakan, dengarkan, dan terlibat dalam dunia kecil mereka.
- Mengabaikan Perasaan Mereka
Jangan buru-buru bilang “Ah, gitu aja nangis” atau “Itu kan masalah kecil”. Perasaan anak itu valid, sekecil apa pun menurutmu. Kalau kamu terus mengabaikannya, mereka bisa mulai meragukan emosinya sendiri.
Dengarkan dan validasi perasaan mereka. Itu akan membentuk rasa percaya diri dalam mengekspresikan emosi secara sehat.
- Menuntut Terlalu Tinggi
Wajar kalau kamu pengen anakmu sukses. Tapi kalau targetmu terlalu tinggi dan nggak realistis, mereka malah bisa stres dan merasa gagal. Fokuslah pada proses, bukan hasil. Ajarkan bahwa kesalahan adalah bagian dari belajar, dan nggak apa-apa kalau belum sempurna.
- Terlalu Fokus pada Kekurangan
Kadang kamu terlalu sibuk melihat yang salah sampai lupa menghargai yang sudah baik. Misalnya, marah karena kamar berantakan padahal anak baru saja bantu cuci piring.
Kritik yang berlebihan tanpa apresiasi bisa bikin anak merasa usahanya nggak pernah cukup. Imbangi koreksi dengan pujian yang membangun.
- Cinta yang Bersyarat
Kalau kamu hanya menunjukkan kasih sayang saat anak berprestasi, mereka bisa merasa cinta itu harus ‘dibayar’ dengan pencapaian.
Anak butuh tahu bahwa mereka dicintai tanpa syarat. Bahwa kamu mencintai mereka bukan karena nilai bagus atau prestasi tertentu, tapi karena mereka adalah mereka.
Jadi orangtua memang penuh tantangan. Tapi satu hal yang bisa jadi kunci: empati. Pahami anakmu, dengarkan mereka, dan hargai setiap proses yang mereka jalani.
Dengan pendekatan penuh empati, kamu bisa menghindari delapan kesalahan ini dan membangun pondasi kepercayaan diri yang kuat dalam diri anakmu. Mereka akan tumbuh jadi pribadi yang yakin, tangguh, dan tahu bahwa mereka dicintai, apa pun yang terjadi. (*)
Editor : Adetio Purtama