Selain mencegah virus tradisional, antivirus modern kini mampu menghalau ancaman seperti phishing, ransomware, trojan, spyware, hingga worm, dilengkapi fitur peringatan situs berbahaya, deteksi kebocoran data, dan pemblokiran unduhan berisiko.
Pilihan Antivirus Terbaik 2025
Berdasarkan pengujian terbaru, Bitdefender Total Security menempati peringkat teratas.
Dengan biaya sekitar USD 45 per tahun, antivirus ini memberikan perlindungan lintas platform untuk data pribadi, termasuk informasi keuangan, kata sandi, dan dokumen sensitif.
Bitdefender unggul dalam pencegahan ransomware dan deteksi serangan zero-day.
Bagi pengguna yang hanya membutuhkan perlindungan satu perangkat, Norton menawarkan paket mulai USD 20 per tahun dengan antarmuka ramah pengguna.
Untuk kebutuhan bisnis, ESET Protect menghadirkan perlindungan jaringan dan server berskala perusahaan.
Pilihan hemat lainnya adalah Trend Micro Antivirus+ dengan harga mulai USD 20 per tahun untuk pengguna Windows, disertai perlindungan ransomware dan uji coba gratis.
Di kategori gratis, Avast Free Antivirus menawarkan pemantauan ancaman real-time, meski fitur lanjutan seperti pemblokiran iklan berbahaya tersedia di versi berbayar.
Sophos Home juga patut dipertimbangkan berkat teknologi AI untuk deteksi ancaman dan fitur kontrol orang tua, dilengkapi diskon 25% untuk langganan tahunan.
Relevansi Antivirus di 2025
Baca Juga: Google Calendar Hadirkan Desain Material 3 Expressive di Android, Ini Perubahannya
Meski sistem operasi modern seperti Windows dan macOS memiliki perlindungan bawaan, tidak ada yang benar-benar kebal dari ancaman siber.
Kombinasi antivirus tepercaya, VPN, kata sandi kuat, autentikasi dua faktor (2FA), serta kewaspadaan terhadap email atau tautan mencurigakan menjadi strategi terbaik.
AI dalam Keamanan Siber
Kecerdasan buatan kini digunakan vendor antivirus seperti Sophos dan Bitdefender untuk mendeteksi ancaman tak biasa dan memprediksi serangan.
Namun, AI juga dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menciptakan malware, serangan brute-force otomatis, hingga deepfake.
Antivirus Gratis vs. Berbayar
Opsi gratis seperti Avast dan AVG cukup untuk kebutuhan dasar, tetapi fitur lanjutan hanya tersedia di versi berbayar.
Bagi pengguna yang sering bertransaksi online atau menyimpan data sensitif, antivirus premium seperti Bitdefender atau Norton menjadi pilihan lebih aman.
Dengan memilih antivirus yang sesuai kebutuhan dan menerapkan kebiasaan digital yang aman, pengguna dapat menjaga perangkat dan data tetap terlindungi dari ancaman siber yang terus berkembang.(Imam Syaputra/mg8)
Editor : Hendra Efison