Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tantangan Menjadi Orangtua bagi Jiwa Bebas: Konsistensi vs Kebebasan

Adetio Purtama • Minggu, 1 Februari 2026 | 13:20 WIB

Ilustrasi kedekatan antara orangtua dan anak.
Ilustrasi kedekatan antara orangtua dan anak.
PADEK.JAWAPOS.COM—Menjadi orangtua seringkali membawa kebahagiaan, tetapi juga tantangan emosional yang unik, terutama bagi mereka yang memiliki jiwa bebas.

Orangtua dengan karakter ini menggambarkan perasaan terpecah: sebagian pikiran mereka ada di pekerjaan, sambil memikirkan anak, dan sebagian lagi ada di rumah, memikirkan tugas lain. Kondisi ini membuat mereka tidak pernah benar-benar hadir di satu tempat.

Dikutip dari laman Geediting, Minggu (1/2/2026), jiwa bebas biasanya membangun identitas diri melalui keterlibatan penuh dalam aktivitas yang mereka pilih. Namun, peran sebagai orang tua menuntut perhatian penuh, konsistensi, dan stabilitas—yang terkadang bertentangan dengan ritme alami mereka.

Selain itu, orangtua dengan jiwa bebas juga menghargai kebebasan untuk tidak konsisten. Mereka mungkin ingin bersosialisasi satu bulan, beristirahat total di bulan berikutnya, atau membuat pilihan spontan lainnya. Sementara itu, anak-anak membutuhkan konsistensi: waktu tidur yang tetap, aturan yang jelas, dan suasana hati yang stabil.

Ahli psikologi menekankan bahwa orang tua dengan jiwa bebas perlu menemukan keseimbangan antara ritme pribadi dan tanggung jawab anak. Dengan menemukan titik tengah, mereka dapat menjadi landasan yang stabil bagi anak-anak tanpa kehilangan identitas diri. (*)

Editor : Adetio Purtama
#tantangan #jiwa bebas #orangtua #konsistensi #kebebasan #psikologi