Masalah ini terungkap berdasarkan laporan DataIndonesia.id yang dikutip CNN serta keterangan dokter yang disampaikan melalui media sosial, dengan faktor utama berupa stres berkepanjangan pada usia muda.
Kerontokan rambut tidak lagi identik dengan usia lanjut, karena Gen Z justru tercatat lebih rentan dibandingkan generasi Milenial.
Tekanan Mental Picu Kerontokan Rambut Usia Muda
Data DataIndonesia.id mencatat sebanyak 56 persen Gen Z di Indonesia mengalami gejala gangguan kesehatan mental, mulai dari kecemasan, burnout, hingga gangguan tidur kronis.
Kondisi mental tersebut berkaitan langsung dengan tekanan hidup modern, termasuk tuntutan sosial media, persaingan kerja, serta ekspektasi keluarga terhadap pencapaian finansial sejak dini.
Tekanan yang berlangsung lama membuat tubuh memproduksi hormon stres secara berlebihan dan berdampak pada berbagai fungsi biologis.
Penjelasan Medis soal Peran Hormon Kortisol
Dokter Yovi Yoanita menjelaskan bahwa stres berkepanjangan memicu peningkatan hormon kortisol yang mengganggu siklus pertumbuhan rambut alami di kulit kepala.
“Stres berkepanjangan menyebabkan produksi kortisol yang berlebihan, yang mengganggu siklus pertumbuhan rambut alami, mendorong folikel rambut ke fase kerontokan lebih cepat,” ujar Dr. Yovi Yoanita, dikutip dari unggahan akun Instagram @folkative, Sabtu (7/2/2026).
Ia menyebutkan, dampak stres terhadap rambut tidak selalu muncul secara langsung dan sering baru terlihat beberapa bulan setelah fase tekanan mental berat terjadi.
Kondisi tersebut membuat banyak penderita tidak menyadari bahwa kerontokan rambut yang dialami berkaitan erat dengan kesehatan mental mereka.
Media Sosial dan Keseimbangan Hidup Gen Z
Tekanan psikologis Gen Z juga dipengaruhi oleh kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain melalui media sosial secara terus-menerus.
Situasi ini memperkuat rasa tidak aman yang kemudian berkembang menjadi stres kronis dan berdampak pada kesehatan fisik, termasuk rambut.
Para ahli menekankan bahwa penanganan rambut rontok pada Gen Z tidak cukup hanya melalui perawatan luar, melainkan perlu pengelolaan stres, tidur cukup, dan keseimbangan aktivitas harian.(cr3)
Editor : Hendra Efison