Riset University of Georgia: Remaja Tanpa Pacaran Cenderung Punya Tingkat Stres dan Depresi Lebih Rendah
Mengki Kurniawan• Minggu, 15 Februari 2026 | 10:23 WIB
Riset University of Georgia menunjukkan remaja tanpa pacaran cenderung alami stres dan depresi lebih rendah serta keterampilan sosial tetap baik. (Pinterest) Studi Ungkap Gen Z yang Tidak Terlibat Hubungan Romantis Miliki Kesehatan Mental Lebih Stabil
PADEK.JAWAPOS.COM--Sebuah penelitian dari University of Georgia menemukan bahwa remaja dan generasi muda yang tidak terlibat hubungan romantis cenderung memiliki tingkat stres dan depresi lebih rendah dibandingkan rekan sebaya yang berpacaran.
Penelitian Brooke Douglas & Pamela Orpinas dari University of Georgia yang dipublikasikan di The Journal of School Health dan dirilis Science: Daily melaporkan bahwa remaja yang tidak berpacaran pada masa sekolah menengah cenderung menunjukkan tingkat depresi lebih rendah dibandingkan teman sebaya yang menjalin hubungan romantis.
Temuan ini memberikan perspektif baru terhadap anggapan bahwa memiliki pasangan merupakan bagian penting dari masa remaja.
Hasil riset menunjukkan, fokus pada diri sendiri dan aktivitas non-romantis berkaitan dengan kondisi emosional yang lebih stabil.
Peneliti mengamati perilaku serta kondisi psikologis sejumlah siswa untuk membandingkan kelompok yang berpacaran dan yang tidak.
Dari pengukuran skor depresi, kelompok tanpa hubungan asmara tercatat memiliki tingkat gejala depresi lebih rendah.
Selain aspek kesehatan mental, penelitian juga menilai keterampilan sosial peserta.
Hasilnya, siswa yang tidak berpacaran memiliki kemampuan bersosialisasi dan kepemimpinan yang setara, bahkan dalam beberapa kasus lebih tinggi, dibandingkan mereka yang memiliki pasangan.
Peneliti menyimpulkan bahwa keterlibatan dalam hubungan romantis pada usia sekolah tidak selalu menjadi faktor penentu perkembangan sosial.
Remaja tetap dapat membangun relasi pertemanan, mengembangkan minat, serta meningkatkan kapasitas diri tanpa tekanan emosional dari konflik percintaan.
Dalam kutipan yang beredar melalui media sosial, pihak peneliti menyatakan bahwa remaja dan generasi muda yang tidak berpacaran menunjukkan tingkat depresi lebih rendah serta keterampilan sosial yang baik dibandingkan teman sebaya yang menjalin hubungan romantis.
Studi tersebut juga mencatat bahwa hubungan asmara di usia muda kerap disertai tantangan emosional, seperti kecemasan, konflik interpersonal, hingga stres yang berpotensi memengaruhi suasana hati dan konsentrasi belajar.
Temuan ini dinilai dapat menjadi rujukan bagi orang tua dan pendidik dalam mendukung pilihan remaja terkait relasi sosial.
Peneliti menekankan bahwa keputusan untuk tidak berpacaran bukanlah indikator keterlambatan perkembangan, melainkan salah satu opsi gaya hidup yang dapat mendukung kesejahteraan mental.
Dengan demikian, fokus pada pendidikan, persahabatan, serta pengembangan minat pribadi dinilai tetap dapat menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan remaja tanpa harus terlibat dalam hubungan romantis lebih awal.(*)