PADEK.JAWAPOS.COM – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperluas makna pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program sosial dan lingkungan yang menjangkau masyarakat akar rumput.
Dalam rangka memperingati HUT ke-27, PNM menanam 29.000 pohon di 58 cabang di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung pelestarian lingkungan, mitigasi perubahan iklim, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Gerakan yang dilakukan oleh teman-teman PNM dalam rangka HUT PNM ke-27 ini sangat kami apresiasi,” ujar Nurlaini Camat Koto XI Tarusan, kepada media melalui siaran pers yang diterima redaksi, Kamis 4 Juni 2026
Program penanaman pohon tersebut dilaksanakan melalui PNM Peduli. Setiap cabang menanam sedikitnya 500 bibit pohon sehingga total mencapai 29.000 pohon.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem di berbagai daerah.
Berdasarkan data resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), aksi penghijauan menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Upaya penanaman pohon berkontribusi dalam menyerap karbon, menjaga kualitas udara, mengurangi risiko erosi, serta mendukung keberlangsungan keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar.
PNM menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan kelanjutan dari kampanye keberlanjutan RE3 FOR-E yang sebelumnya berhasil menghimpun 20 ton pakaian layak pakai dari insan PNM.
Pakaian yang terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan bersama bantuan buku bacaan guna mendukung peningkatan akses literasi.
Dari rangkaian program itu, PNM berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tidak hanya melalui bantuan kebutuhan dasar, perusahaan juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui program PNM Mengajar yang menjangkau 58 sekolah menengah kejuruan (SMK) dari Sabang hingga Merauke.
Melalui kegiatan itu, para pelajar memperoleh kesempatan untuk mendapatkan wawasan, motivasi, serta pengetahuan yang dapat mendukung pengembangan kapasitas diri.
PNM selama ini dikenal sebagai lembaga keuangan milik negara yang fokus pada pembiayaan dan pendampingan usaha bagi masyarakat prasejahtera, khususnya pelaku usaha ultra mikro.
Selain menyediakan akses permodalan, perusahaan juga menjalankan berbagai program pendampingan dan pemberdayaan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Rangkaian kegiatan yang mencakup penyaluran pakaian layak pakai, distribusi buku bacaan, program pendidikan, hingga penanaman pohon menjadi bagian dari upaya memperluas dampak sosial yang berkelanjutan.
Bagi penerima manfaat, program tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman, akses pengetahuan yang semakin luas, serta peluang kehidupan yang lebih baik.
Nurlaini berharap gerakan yang dilakukan PNM dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Langkah ini dapat membantu memperbaiki ekosistem laut, menjadi tempat berkembang biaknya berbagai jenis ikan, serta menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Ke depan, kawasan ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut,” tutupnya. (*)
Editor : Tandri Eka Putra