PADEK.JAWAPOS.COM--Band hardcore modern asal Sumatera Barat, FYRTH, mulai mencuri perhatian di skena musik lokal lewat karakter musik keras dengan riff modern yang agresif. Meski baru terbentuk pada 2025, band ini mulai menunjukkan keseriusan mereka dalam membangun identitas musik yang berbeda di tengah berkembangnya skena musik independen di Sumbar.
FYRTH hadir dengan konsep hardcore modern yang dipadukan dengan eksplorasi sound heavy metal kekinian. Grup ini digawangi oleh Gen sebagai gitaris, Rinaldy di posisi vokalis, dan Tury sebagai drummer.
Dalam penampilan panggung mereka, FYRTH juga memanfaatkan sequencer untuk mengisi instrumen tambahan agar tetap menghadirkan nuansa musik yang penuh dan eksplosif.
Baca Juga: Band Modern Pop Punk, Nerd Blast: Dari Band SMA hingga Siap Rilis Lagu
Awal terbentuknya FYRTH berangkat dari obrolan santai antara Gen dan Yoga RAZE yang saat itu mengisi posisi bassist. Keduanya menyadari memiliki selera musik yang sama, khususnya pada genre metal dan hardcore modern.
“Awalnya dari obrolan Gen sama Yoga RAZE karena ternyata list lagu yang kami dengarkan punya selera yang sama, yaitu metal dan hardcore modern. Dari situ muncul ide bikin proyek band,” ungkap FYRTH.
Mereka kemudian mengajak Rinaldy untuk mengisi posisi vokalis karena dinilai memiliki karakter vokal yang sesuai dengan konsep musik yang ingin dibangun. Namun di tengah perjalanan, Yoga RAZE memutuskan mundur dari proyek tersebut.
Baca Juga: BNPB Salurkan Bantuan Rp223 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Tanahdatar
Setelah itu, FYRTH merekrut Tury sebagai drummer dan melanjutkan perjalanan sebagai band dengan tiga personel inti.
Nama FYRTH sendiri dipilih bukan tanpa makna. Band ini menjelaskan bahwa nama tersebut berasal dari bahasa Yunani kuno yang bermakna “semangat” dan “perjalanan”.
“FYRTH diambil dari kata Yunani kuno yang bermakna semangat dan perjalanan. Kami rasa itu cocok dengan apa yang sedang kami mulai,” kata mereka.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Solok-Padang, Pasutri Tewas dan Anak Luka Berat Diseruduk Truk
Sejak awal, FYRTH memang secara khusus mengusung genre hardcore modern dengan heavy riff yang dominan. Mereka mengaku terinspirasi dari eksplorasi sound low tune modern yang kini berkembang di musik hardcore dan heavy metal masa kini.
Menurut mereka, genre tersebut dipilih karena memberikan ruang eksplorasi yang luas dan out of the box dalam membangun karakter musik.
FYRTH juga menyebut beberapa band internasional yang menjadi referensi musikal mereka, seperti Knocked Loose, Dealer, Alpha Wolf, dan Thrown. Meski begitu, mereka menegaskan tidak ingin sepenuhnya mengikuti arah musik band-band tersebut.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini 16 Mei 2026: Padang Berawan, Bukittinggi Diguyur Hujan
“Kami cuma menjadikan mereka referensi. FYRTH tetap mencoba membangun style sendiri dengan vibe hardcore dan riff gitar modern,” ujar mereka.
Hingga saat ini, FYRTH baru merilis satu single berjudul Cursed Crown. Lagu tersebut menjadi representasi kemarahan dan keresahan sosial yang dirasakan para personelnya terhadap berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat kecil.
Menurut FYRTH, lirik lagu mereka banyak lahir dari rasa frustrasi dan ketidakpuasan terhadap kondisi sosial yang terjadi saat ini.
“Amarah dan rasa ketidakpuasan yang makin hari makin menyesakkan dada, sementara kita seperti terjebak dalam sistem yang sengaja dirancang. Satu hal yang bisa dilakukan hanyalah mengumpat. Itu yang kami coba sampaikan di Cursed Crown,” jelas mereka.
Saat ini FYRTH tengah dalam proses penggarapan single kedua. Mereka juga menargetkan perilisan mini album atau EP dalam waktu dekat, meski belum menentukan tenggat waktu pasti karena kesibukan masing-masing personel.
“Target kami tahun ini atau tahun depan bisa merilis EP. Tapi kami santai saja karena beberapa personel sudah masuk fase married life, jadi cukup sulit membagi waktu,” ujar mereka.
Baca Juga: BELASAN SISWA SMA MASUK HUTAN
Selain menyiapkan karya baru, FYRTH juga berencana merilis merchandise resmi dalam waktu dekat sebagai bagian dari penguatan identitas band.
Sebagai band baru, FYRTH mengaku baru akan menjalani penampilan perdana mereka pada 16 Mei 2026 dalam acara Record Store Day Padang. Meski demikian, mereka optimistis bisa terus berkembang di tengah skena musik hardcore yang tergolong segmented di Sumatera Barat.
Mereka mengakui tantangan terbesar bermusik di Sumbar adalah menjaga konsistensi di tengah minimnya iven dan gigs untuk genre hardcore maupun metal.
Baca Juga: Wisata Budaya Pacu Jawi Cubadak Aia Payakumbuh Utara: Ibarat Gadis Menunggu Belaian
“Karena iven untuk musik segmented tidak terlalu sering, kadang jadi susah menjaga fokus bermusik. Tapi kami mencoba untuk tetap produktif,” kata mereka.
FYRTH juga menilai perkembangan skena musik di Sumatera Barat sebenarnya cukup positif. Banyak komunitas dan kolektif musik yang masih aktif menjaga pergerakan musik lokal agar tetap hidup.
Menurut mereka, musisi Sumbar memiliki kualitas dan karakter yang kuat. Namun, diperlukan dukungan ekosistem yang lebih sehat agar para musisi bisa berkembang dan menembus pasar musik nasional.
Baca Juga: Tertawa Disebut Bisa Tingkatkan Imunitas
“Sekarang era digital, jadi bukan soal berasal dari kota besar atau kecil lagi. Yang penting bagaimana musisi membangun identitas, aktif promosi, dan menjaga movement supaya tetap relevan,” ujar FYRTH.
Mereka berharap dunia musik di Sumatera Barat terus berkembang dan semakin memberikan ruang yang sehat bagi para musisi lokal untuk berkarya.
“Semoga musisi lokal makin dihargai, punya lebih banyak ruang untuk berkarya, dan bisa saling support tanpa menjatuhkan satu sama lain,” tutup mereka. (adt)
Editor : Adetio Purtama