Laporan Newzoo menunjukkan pasar game kembali menguat setelah perlambatan awal dekade, dengan Asia dan Amerika Latin menjadi pendorong utama melalui peningkatan penetrasi perangkat pintar.
Bloomberg Tech melaporkan, industri game kini melampaui film dan musik dari sisi kontribusi ekonomi.
Publisher besar mengandalkan strategi lintas platform—konsol, PC, dan cloud gaming—untuk memperluas basis pengguna. Pola konsumsi hiburan digital kian fleksibel, seiring meningkatnya pilihan perangkat dan layanan.
Model live-service menjadi tulang punggung pertumbuhan terbaru. GamesIndustry.biz mencatat konten musiman, battle pass, dan event kolaboratif mendorong retensi pemain jangka panjang.
Desain game modern semakin berorientasi pada keberlanjutan konten dan interaksi komunitas.
Di Asia, Tiongkok dan Korea Selatan tetap dominan melalui rilis game AAA dan ekspansi esports berskala global.
Newzoo menyebut turnamen besar kembali digelar penuh, mendorong minat investor terhadap ekosistem kompetitif.
Amerika Utara menunjukkan stabilitas lewat peningkatan penjualan konsol dan PC. VentureBeat melaporkan inovasi GPU hemat energi dan aksesoris berbasis AI meningkatkan pengalaman bermain.
Di Eropa, dukungan regulasi dan pendanaan kreatif memperkuat posisi studio indie, terutama dari kawasan Nordik dan Eropa Timur.
Indonesia turut mencatat tren positif. Asosiasi Game Indonesia (AGI) melaporkan kenaikan jumlah pemain aktif seiring membaiknya kualitas internet dan harga perangkat mobile yang semakin terjangkau.
Data.ai menyebut Indonesia menjadi salah satu pasar dengan unduhan game tertinggi di Asia Tenggara, didominasi genre kasual dan RPG.
Studio game lokal memperluas kolaborasi internasional. Laporan Kompas Tekno menunjukkan beberapa gim buatan Indonesia mendapat perhatian global karena kualitas visual dan mekanik permainan.
Sektor esports nasional juga tumbuh, dengan dukungan sponsor besar dan peningkatan jumlah turnamen profesional (Hybrid.co.id).
Statista mencatat peningkatan belanja digital pemain Indonesia dalam dua tahun terakhir, terutama pada skema battle pass dan item kosmetik.
TechAsia melaporkan perluasan jaringan 5G mulai mendorong adopsi cloud gaming meski pasar masih pada tahap awal.
Secara global, kombinasi inovasi teknologi, distribusi lintas platform, dan penguatan komunitas memperkuat fondasi industri game 2025. Indonesia muncul sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan.(CC5)
Editor : Hendra Efison