Proses rekaman EP tersebut dilakukan di Monoside Studio. Dalam proyek ini, The Venyamin turut melibatkan sejumlah penulis lirik untuk memperkaya konsep dan narasi pada tiap lagu.
Untuk lagu Alien dan Criticize, lirik ditulis oleh Mohammad Akbar Ifradi. Sementara lagu Believe digarap oleh Akbar Nicholas bersama Muhammad Ruli Effendi. Adapun lagu Son of Adam ditulis oleh Dival Muqita Arsya. Kolaborasi lintas penulis ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun karakter tematik EP tersebut.
Selain sektor musikal, The Venyamin juga memberi perhatian pada aspek visual. Artwork EP Relic in the Etheory dikerjakan oleh Dwi Hidayat, yang menghadirkan pendekatan visual selaras dengan nuansa futuristik dan atmosfer elektronik yang diusung dalam materi lagu.
Dalam keterangan resminya, The Venyamin menyebut bahwa Relic in the Etheory merupakan fase eksploratif yang menandai pergeseran arah bermusik mereka. Jika pada karya-karya sebelumnya band ini lebih menonjolkan pendekatan konvensional, kali ini mereka menghadirkan lanskap suara yang lebih modern dengan sentuhan elektronik yang dominan, tanpa meninggalkan identitas dasar grup.
“EP ini adalah bentuk eksplorasi kami terhadap warna baru dalam musik The Venyamin. Kami ingin keluar dari zona nyaman dan mencoba pendekatan produksi yang lebih progresif,” demikian pernyataan The Venyamin.
Dengan struktur komposisi yang lebih dinamis, lapisan synthesizer yang kuat, serta tata produksi yang lebih eksperimental, Relic in the Etheory menjadi langkah evolutif dalam perjalanan karier The Venyamin.
EP Relic in the Etheory kini telah resmi dirilis dan tersedia di seluruh platform digital streaming, memungkinkan pendengar menikmati transformasi musikal The Venyamin secara luas. (adt)
Editor : Adetio Purtama