PADEK.JAWAPOS.COM–Perayaan Record Store Day kembali menggeliat di Kota Padang pada 2026 dengan semangat lebih kolaboratif dan berorientasi pada penguatan ekosistem musik lokal.
Bertajuk RSD Padang 2026, agenda tahunan ini akan digelar pada 16 Mei 2026 di Fabriek Padang, Sumatera Barat, melibatkan berbagai kolektif musik, record store independen, kolektor, hingga seniman visual lokal.
Organizer dan kolaborator acara, Meiza Pratama, menyebutkan bahwa RSD Padang tahun ini dirancang bukan sekadar sebagai perayaan rilisan fisik, tetapi juga sebagai ruang temu antara musik, seni rupa, dan komunitas kreatif di Sumatera Barat.
Baca Juga: PLN dan Pemkab Solok Evaluasi BPBL 2025, Siapkan Usulan Penerima Listrik 2026 Lebih Tepat Sasaran
“RSD Padang kembali dirayakan sebagai ruang pertemuan antara rilisan fisik dan pengalaman kolektif dalam satu ekosistem yang saling terhubung,” ujar Meiza.
Berbeda dari perayaan global yang biasanya berlangsung setiap April, RSD Padang 2026 sedikit mundur ke Mei karena fokus pada persiapan rilisan eksklusif kompilasi lokal dalam format Vinyl 7 inci, yang memuat karya dari 13 band dan solois asal berbagai kota di Sumatera Barat melalui sistem submission terbuka.
Selain itu, event ini juga menghadirkan artwork kolaboratif dari sejumlah seniman seperti Wanda, Arkadata, Garlov, dan Rafi, memperkuat identitas visual perayaan musik fisik tersebut.
Tahun ini, Swara Records turut merilis format Cassette Tape 90 bertajuk Various Artist dengan kuantitas terbatas hanya 20 kopi, menjadikannya salah satu rilisan kolektor paling eksklusif dalam agenda ini.
Tracklist RSD Padang 2026:
Jordanson – Alerta
Wakas – Franklin
YTTA – Amara
Giggle – Fake Though
FRYTH – Cursed Crown
Nerd Blast – Pretty Ghost
Million Hopes – But Not Really Home
Soufrrance – To Grieve Deeply
Prokontra – Mangu Bumi
Voidgrip – Alive
Euphonius – Skeptic
Samoa – Nocturnal
Baca Juga: Kloter 04 Haji Embarkasi Padang Terbang ke Madinah, Total 1.561 Jemaah Sudah Diberangkatkan
Tak hanya bazar rilisan fisik, RSD Padang 2026 juga akan menghadirkan Live Showcase dengan pengalaman audio visual modern, menjadikannya panggung apresiasi sekaligus ruang pertukaran kreatif bagi komunitas musik independen Sumbar.
Pria yang akrab disapa Cimay itu berharap perayaan ini dapat berlangsung rutin setiap tahun dan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan industri musik alternatif di daerah.
“Harapannya, RSD Padang bisa terus berjalan dari tahun ke tahun dengan output terciptanya kerja-kerja kolaboratif yang lebih luas dan berkelanjutan dalam ekosistem musik lokal,” tambahnya.
Baca Juga: Wali Kota Bengkulu Pilih Haji Reguler, Dedy Wahyudi Berbaur Satu Kloter dengan Jemaah
Sebagai bagian dari perayaan global yang mendukung eksistensi toko musik independen dan rilisan fisik, Record Store Day terus berkembang di berbagai kota Indonesia, termasuk Padang yang kini memperkuat posisinya sebagai salah satu simpul penting skena musik alternatif regional. (*)
Editor : Adetio Purtama