Prosesi pelantikan diikuti seluruh Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah se-Indonesia. Kepala kantor kabupaten dan kota mengikuti secara virtual. Para pejabat mengenakan sarung, jas, dan dasi kupu-kupu sebagai identitas kementerian baru yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2025.
Usai dilantik, M Rifki menegaskan percepatan persiapan penyelenggaraan haji 2026 menjadi prioritas utama. Ia menyebut tahapan awal sudah berjalan, termasuk proses pelunasan tahap pertama.
Ia juga menyampaikan bahwa Sumatera Barat memiliki tradisi kuat dalam layanan haji. Menurutnya, kehadiran kementerian baru diharapkan membuat arah kebijakan dan layanan semakin terfokus pada kebutuhan jemaah.
Karier M. Rifki dimulai sebagai pegawai KUA Kecamatan Pauh pada 1998. Ia masuk Kanwil Kementerian Agama pada 2006. Sejumlah jabatan strategis pernah diemban, antara lain Kepala Subbag Hukum, Humas, dan KUB, serta Kepala Seksi dan Analis Kebijakan di berbagai bidang.
Pada Februari 2025, ia menjabat Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumbar. Posisi tersebut menjadi dasar pengalamannya sebelum diamanahkan sebagai Plt. Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumbar.
Untuk periode 2025–2026, ia menetapkan program prioritas meliputi penguatan manasik, penataan alur layanan jemaah, penguatan sinergi dengan daerah, serta optimalisasi layanan keberangkatan dan pemulangan.
Pelantikan ini menandai dimulainya fase baru penyelenggaraan haji di Sumatera Barat dengan fokus pada ketepatan, kecepatan, dan peningkatan kualitas layanan jemaah.
Editor : Heri Sugiarto