Penyaluran bantuan dilakukan melalui Tim TRC PW HIMPAUDI Sumatera Barat sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan usia dini di tengah bencana.
Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan selama Desember 2025 dengan menyasar dua lembaga PAUD yang mengalami dampak cukup serius akibat banjir, yakni KB/PAUD Rajawali dan KB/PAUD Al Hidayah. Kedua lembaga ini berlokasi di Desa Sampan, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman.
Banjir yang melanda wilayah tersebut tidak hanya merusak sarana pendidikan, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan para pendidik PAUD.
Para guru yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pembinaan dan pendidikan anak usia dini turut merasakan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pascabencana.
Nevi Zuairina menerangkan bahwa dalam kegiatan penyaluran bantuan ini, tercatat puluhan guru PAUD menjadi penerima manfaat.
Bantuan yang disalurkan berupa dana untuk membantu memenuhi kebutuhan harian para guru, sehingga mereka dapat tetap bertahan dan melanjutkan pengabdian di tengah situasi sulit.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para guru PAUD yang terdampak banjir, agar mereka tetap memiliki semangat untuk terus menjalankan peran penting dalam pendidikan anak usia dini,” ujar Nevi Zuairina dalam keterangannya.
Tim TRC PW HIMPAUDI Sumatera Barat memastikan proses penyaluran bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran. Pendataan penerima dilakukan berdasarkan kondisi terdampak banjir, sehingga bantuan dapat diterima oleh guru PAUD yang benar-benar membutuhkan.
Para guru PAUD penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada para donatur. Mereka menilai perhatian yang diberikan, khususnya oleh Hj. Nevi Zuairina, merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap nasib pendidik PAUD yang terdampak bencana di Sumatera Barat.
Nevi Zuairina menegaskan bahwa perhatian terhadap guru PAUD merupakan bagian dari komitmen menjaga keberlangsungan pendidikan sejak usia dini. Menurutnya, pendidik PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak, sehingga ketika mereka terdampak bencana, sudah sepatutnya mendapatkan perhatian dan dukungan bersama.
Koordinasi kegiatan penyaluran bantuan ini turut melibatkan unsur HIMPAUDI dari berbagai daerah. Keterlibatan tersebut mencerminkan solidaritas dan semangat gotong royong antarpendidik dan pemangku kepentingan pendidikan dalam menghadapi situasi bencana.
“Solidaritas dan kepedulian terhadap pendidik PAUD harus terus tumbuh. Semangat gotong royong ini perlu dikembangkan ke seluruh segmen dan komunitas agar bersama-sama dapat mengurangi derita akibat bencana,” tutup Nevi Zuairina.(*)
Editor : Heri Sugiarto