“Terima kasih Danantara, saya apresiasi kerja cepat selesaikan 600 unit rumah hunian sementara untuk korban banjir di Aceh Tamiang,” ujar Prabowo.
Hunian Danantara yang dikerjakan siang-malam, berdiri di samping Masjid Darusallam, di jalan raya Aceh Tamiang–Langsa. COO Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa huntara dibangun menggunakan tiang besi dan baja ringan di atas fondasi setinggi sekitar setengah meter.
Selain lebih rapi, bangunan ini dilengkapi kasur, bantal, dipan, lemari, listrik, wifi, air bersih, serta toilet.
Dony menambahkan bahwa huntara tersebut juga akan memiliki taman bermain anak.
Sementara itu, ia juga menyampaikan bahwa pembangunan dilakukan melalui kolaborasi tujuh BUMN karya, CSR Bank Himbara, PLN, dan Telkomsel.
“Hunian ini harus nyaman dan memberikan rasa aman kepada para korban bencana Aceh Tamiang,” ujarnya.
Selain itu, Presiden meminta Danantara meningkatkan koordinasi dengan BNPB, Polri, dan lembaga lain agar tidak terjadi tumpang tindih. “Hunian Danantara ini sangat layak dan sangat beradab,” kata Presiden.
Kedatangan Presiden Disambut Antusias Warga
Presiden Prabowo tiba di Huntara Tamiang bersama Gubernur Muzakir Munaf pada Kamis siang. Kehadiran Presiden disambut warga yang memadati lokasi.
Setelah turun dari helikopter, Prabowo menaiki mobil Maung dan membuka sunroof bersama Gubernur untuk menyapa warga. Presiden juga sempat mencium seorang anak kecil di tengah kerumunan.
Dalam rapat koordinasi, CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan bahwa Danantara menargetkan pembangunan huntara di tiga provinsi: 12.500 unit di Aceh, 2.000 di Sumut, dan 500 di Sumbar. Ia menyebut 1.626 pekerja terlibat dalam pembangunan huntara yang telah selesai kemarin.
Data BNPB dan Lahan Pembangunan
Rosan menegaskan bahwa hunian harus layak dan sesuai kearifan lokal Aceh. Lahan yang tersedia mencapai 13 hektare untuk huntara dan hunian tetap, dengan dukungan CSR BUMN senilai Rp 1 triliun.
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa 23.432 rumah mengajukan permintaan huntara, sementara lebih dari 11 ribu warga memilih tinggal bersama keluarga. “BNPB sudah bangun 450 unit terpisah-pisah,” ujarnya.
Arahan Presiden untuk Percepatan Penanganan
Presiden menyebut pembangunan huntara oleh Danantara sebagai langkah baik. “Kita mesti berbagai titik mendapatkan masukan dan memberi solusi bagi korban banjir,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pejabat turun ke lokasi bencana untuk mencarikan solusi. “Danantara membuktikan dalam delapan hari bisa membangun ratusan huntara,” kata Prabowo.
Presiden juga meminta koordinasi ketat agar penanganan korban lebih optimal. Selain itu, ia menekankan pemulihan sekolah, rumah sakit, dan puskesmas agar kembali beroperasi.
Dukungan Kementerian dan Injourney Aviation Services
Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa dukungan biaya diberikan kepada korban. Direktur Komersial Injourney Aviation Services, Muchdian Muchlis, menyampaikan bahwa pihaknya siap melakukan pembersihan puskesmas dan masjid.
“RSUD Tamiang sudah dikerjakan dan sudah banyak ruangan yang bersih, dan Alhamdulillah sejak seminggu lalu RSUD Aceh Tamiang sudah beroperasi, meski peralatan medis terbatas,” ujarnya.
Muchdian menambahkan bahwa Satgas IAS siap melaksanakan tugas tersebut. “Pak COO Dony Oskaria perintahkan IAS bersihkan puskesmas dan masjid di Aceh Tamiang. Insya Allah sebelum Ramadan masjid di Aceh Tamiang sudah clear and clean,” katanya.(*)
Editor : Heri Sugiarto