Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bupati Tanahdatar Minta Bantuan Pembangunan Jembatan Aramco Pasca Galodo Padang Laweh Malalo

Heri Sugiarto • Rabu, 7 Januari 2026 | 07:13 WIB

Bupati Tanahdatar Eka Putra mengikuti rapat dan Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda bersama Gubernur Sumatera Barat, Senin (5/1/2026) malam.(Foto: Prokopim)
Bupati Tanahdatar Eka Putra mengikuti rapat dan Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda bersama Gubernur Sumatera Barat, Senin (5/1/2026) malam.(Foto: Prokopim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Banjir bandang atau galodo pada akhir November 2025 masih berdampak hingga Januari 2026. Intensitas hujan yang tetap tinggi menyebabkan debit air kembali meningkat dan meluap ke jalan di Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanahdatar.

Kondisi tersebut disampaikan Bupati Tanahdatar Eka Putra dalam rapat dan Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda bersama Gubernur Sumatera Barat, Senin (5/1/2026) malam.

Eka Putra menyampaikan permohonan bantuan kepada Pangdam melalui laporan yang sudah diteruskan hingga Korem. “Kami mohon ke Pangdam agar bisa membantu kami untuk membangun jembatan aramco di Jorong Tanjung Sawah,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Eka Putra menjelaskan dampak galodo pada sektor pertanian. Ia melaporkan kepada Gubernur Sumbar bahwa sekitar 500 hektare sawah warga terdampak dan proses rehabilitasi sudah diajukan ke Kementerian Pertanian RI.

Namun demikian, ia meminta dukungan Pemprov Sumbar agar pengawalan percepatan realisasi dapat dilakukan optimal.

Sabodam Direncanakan Dibangun pada 2026

Di sisi lain, Bupati Eka Putra menyebutkan bahwa pembangunan sabodam di Tanahdatar direncanakan segera direalisasikan. Pada tahun 2026, sebanyak empat sabodam akan dibangun sebagai upaya mitigasi dan perlindungan dari potensi bencana serupa.

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu percepatan pemulihan pascabencana. Ia menyampaikan bahwa seluruh unsur telah berjibaku selama masa tanggap darurat untuk melakukan recovery di berbagai titik terdampak.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Ansharullah menjelaskan bahwa data R3P yang mencakup lahan pertanian, jalan, jembatan, dan ekonomi masyarakat sudah tercantum dengan lengkap.

Ia meminta seluruh kepala daerah memastikan tidak ada data terdampak yang tertinggal dalam laporan resmi.

Gubernur Minta Penanganan Sungai dan Infrastruktur Dipercepat

Gubernur Mahyeldi mengapresiasi langkah Bupati Tanahdatar yang telah berkomunikasi langsung dengan kementerian terkait.

Selain itu, ia berharap langkah serupa dilakukan oleh daerah lain agar percepatan penanganan bencana berjalan lebih efektif dengan data yang komprehensif.

Terkait infrastruktur jembatan, Gubernur meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) V Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Mana sungai-sungai yang belum tertangani harus segera diatasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sekitar 50 sungai akan mendapat suplai alat berat untuk percepatan pekerjaan.

Gubernur Mahyeldi juga menegaskan bahwa pembangunan cekdam atau sabodam membutuhkan kajian mendalam dengan standar tinggi agar efektivitasnya maksimal dalam menahan material galodo.

FGD tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Tanahdatar Anton Yondra, jajaran OPD, Dandim 0307 Tanahdatar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, serta perwakilan dari kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan tamu undangan lainnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Sabodam #Bupati Tanahdatar #sawah terdampak bencana #Pembangunan jembatan aramco #Eka Putra #Galodo