Kondisi tersebut disampaikan Bupati Tanahdatar Eka Putra dalam rapat dan Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda bersama Gubernur Sumatera Barat, Senin (5/1/2026) malam.
Eka Putra menyampaikan permohonan bantuan kepada Pangdam melalui laporan yang sudah diteruskan hingga Korem. “Kami mohon ke Pangdam agar bisa membantu kami untuk membangun jembatan aramco di Jorong Tanjung Sawah,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Eka Putra menjelaskan dampak galodo pada sektor pertanian. Ia melaporkan kepada Gubernur Sumbar bahwa sekitar 500 hektare sawah warga terdampak dan proses rehabilitasi sudah diajukan ke Kementerian Pertanian RI.
Namun demikian, ia meminta dukungan Pemprov Sumbar agar pengawalan percepatan realisasi dapat dilakukan optimal.
Sabodam Direncanakan Dibangun pada 2026
Di sisi lain, Bupati Eka Putra menyebutkan bahwa pembangunan sabodam di Tanahdatar direncanakan segera direalisasikan. Pada tahun 2026, sebanyak empat sabodam akan dibangun sebagai upaya mitigasi dan perlindungan dari potensi bencana serupa.
Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu percepatan pemulihan pascabencana. Ia menyampaikan bahwa seluruh unsur telah berjibaku selama masa tanggap darurat untuk melakukan recovery di berbagai titik terdampak.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Ansharullah menjelaskan bahwa data R3P yang mencakup lahan pertanian, jalan, jembatan, dan ekonomi masyarakat sudah tercantum dengan lengkap.
Ia meminta seluruh kepala daerah memastikan tidak ada data terdampak yang tertinggal dalam laporan resmi.
Gubernur Minta Penanganan Sungai dan Infrastruktur Dipercepat
Gubernur Mahyeldi mengapresiasi langkah Bupati Tanahdatar yang telah berkomunikasi langsung dengan kementerian terkait.
Selain itu, ia berharap langkah serupa dilakukan oleh daerah lain agar percepatan penanganan bencana berjalan lebih efektif dengan data yang komprehensif.
Terkait infrastruktur jembatan, Gubernur meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) V Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Mana sungai-sungai yang belum tertangani harus segera diatasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sekitar 50 sungai akan mendapat suplai alat berat untuk percepatan pekerjaan.
Gubernur Mahyeldi juga menegaskan bahwa pembangunan cekdam atau sabodam membutuhkan kajian mendalam dengan standar tinggi agar efektivitasnya maksimal dalam menahan material galodo.
FGD tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Tanahdatar Anton Yondra, jajaran OPD, Dandim 0307 Tanahdatar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, serta perwakilan dari kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan tamu undangan lainnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto