Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mentan Amran Rapat Hari Minggu, Pastikan Ketersediaan Pangan di Tengah Gejolak Geopolitik

Heri Sugiarto • Senin, 9 Maret 2026 | 17:05 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan data ketersediaan beras nasional yang mencapai 27,99 juta ton per Maret 2026.(Foto: Kementan)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan data ketersediaan beras nasional yang mencapai 27,99 juta ton per Maret 2026.(Foto: Kementan)
PADEK.JAWAPOS.COM-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar rapat pada Minggu (8/3/2026) untuk memastikan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan serta dinamika ketegangan geopolitik global yang dapat memengaruhi sektor pangan.

Dalam rapat tersebut, Mentan menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi produksi dan stok pangan nasional secara intensif guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Berdasarkan data per Maret 2026, kondisi pangan nasional—khususnya komoditas beras—dilaporkan berada dalam keadaan aman. Produksi beras nasional tercatat berada pada kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, lebih tinggi dari rata-rata konsumsi sekitar 2,59 juta ton per bulan.

Total ketersediaan beras nasional mencapai 27,99 juta ton, terdiri atas stok Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, dan standing crop atau padi siap panen sebanyak 11,73 juta ton.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Produksi kita tetap terjaga, bahkan dalam beberapa bulan bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” ujar Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kekeringan. Salah satu upaya tersebut adalah program pompanisasi yang telah menjangkau 1,2 juta hektare lahan pada tahun sebelumnya dan akan ditambah 1 juta hektare lagi pada tahun ini.

Selain itu, pemerintah menyiapkan tambahan irigasi perpompaan (irpom) untuk 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi pada musim kering.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga. Kita juga tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Niño. Produksi kita kuat, stok kita aman,” tegasnya.

Mentan Amran menambahkan, stok beras pemerintah terus meningkat dan diperkirakan dapat mencapai 5 juta ton dalam dua bulan ke depan seiring masuknya hasil panen raya di berbagai daerah.

Selain beras, komoditas pangan lainnya seperti ayam dan telur berada dalam kondisi surplus. Ketersediaan pupuk juga dipastikan aman dengan harga yang dilaporkan turun sekitar 20 persen.

“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam. Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” tutup Mentan Amran.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#mentan #amran sulaiman #antisipasi kekeringan #stok pangan nasional #produksi beras #ketersediaan pupuk