Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Anwar Ibrahim: Saya akan jadi Pemimpin bagi Seluruh Rakyat Malaysia

Admin Padek • Sabtu, 5 November 2022 | 14:57 WIB
Photo
Photo

Ketua Pakatan Harapan (PH) Anwar Ibrahim menyampaikan pesan persatuan dan kerukunan multiras pada Jumat (4/10/2022) di Tambun, di mana dia akan memperebutkan kursi parlemen dalam pemilihan umum Malaysia 19 November mendatang.


“Jika saya menjadi seorang pemimpin, saya akan menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat Malaysia,” kata Anwar kepada para pendukung yang bersorak-sorai selama kunjungannya ke sebuah komunitas India-Malaysia di daerah pemilihan tersebut, seperti dikutip CNA.


Masyarakat menyambutnya dengan hangat disertai musik dan petasan di luar restoran lokal di Tambun saat hujan.


Politisi berusia 75 tahun itu memimpin PH dalam perjuangannya untuk membentuk pemerintahan baru ketika rakyat Malaysia akan pergi ke tempat pemungutan suara pada 19 November. Hari pencalonan akan berlangsung pada Sabtu pagi.


“Kita harus membawa politik baru, menghormati dan menerima orang-orang dari berbagai ras sebagai warga negara kita,” katanya.


Dalam pidatonya, Anwar membuat referensi ke partai-partai yang berkuasa dan bersumpah untuk berbeda.


“Saya ingin dukungan dari orang Melayu, China, India, dan penduduk asli karena ini Malaysia. Saya tidak ingin seperti partai politik seperti PAS (Parti Islam Se-Malaysia), Bersatu (Parti Pribumi Bersatu Malaysia) atau UMNO (United Malays National Organization). Mereka memainkan sentimen rasial. Saya tidak,” kata Pak Anwar.


PAS adalah partai Islamis sementara Bersatu dan UMNO adalah organisasi politik nasionalis Melayu.


Ketiganya merupakan bagian dari pemerintahan incumbent, di bawah dua koalisi, yaitu Barisan Nasional (BN) dan Perikatan Nasional (PN).


Yang terakhir didirikan pada tahun 2020 ketika Bersatu dan beberapa anggota parlemen dari partai Anwar - Parti Keadilan Rakyat (PKR) - membelot dari PH untuk membentuk koalisi baru dengan PAS. Insiden ini umumnya dikenal sebagai Sheraton Move.


Pemilu mendatang akan melihat tiga koalisi besar berjuang untuk merebut kursi federal pemerintah di Putrajaya.


Bagi PH, yang memenangkan jajak pendapat sebelumnya pada tahun 2018, perjuangannya melawan dua koalisi yang berkuasa bisa menjadi perjuangan yang berat.


Di Tambun, Anwar akan bersaing memperebutkan kursi parlemen melawan Ahmad Faizal Azumu dari PN dan Aminuddin Hanafiah dari BN, menurut pengumuman terbaru oleh koalisi.


Kursi tersebut saat ini dipegang oleh Ahmad Faizal, yang partainya Bersatu membelot dari PH selama Sheraton Move.


Langkah tersebut mengakibatkan runtuhnya pemerintahan PH, yang saat itu dipimpin oleh Dr Mahathir Mohamad, setelah berkuasa selama 22 bulan.


“Kita akan membangun negara ini sebagai sebuah tim, tim penuh, tim yang saling mencintai dan membantu,” kata Anwar. "Saya ingin memastikan bahwa ketika kita membentuk pemerintahan pada 20 November, pemerintahan ini akan berbeda dari yang lain," imbuhnya.(cna)

Editor : Admin Padek
#pakatan harapan #anwar ibrahim #Pemilihan Parlemen Malaysia #pemilu malaysia